jpnn.com, JAKARTA - Band city pop asal Jakarta, Martian, resmi merilis single terbaru yang berjudul Amin pada Jumat (29/5).
Melalui single Amin, Martian mengangkat tema universal tentang cinta yang tidak terbalas dan realita pahit terjebak dalam zona pertemanan alias friendzone.
Namun, alih-alih menyajikannya sebagai balada yang muram, Martian menghadirkan antitesis lagu patah hati lewat identitas musik yang groovy dan upbeat.
Secara lirik, Amin dibangun melalui penceritaan visual yang kuat. Dibuka dengan deskripsi elegan tentang sosok yang dinanti, berbalut gaun panjang hitam, senyum kecil, dan riasan natural, pendengar langsung dibawa ke dalam perspektif tokoh utama.
Di balik kekaguman tersebut, ada kesadaran pahit bahwa perasaannya tidak akan pernah bisa melangkah lebih jauh karena posisinya yang hanya 'sebatas teman, bukan pilihan'.
Narasi lagu Amin kemudian berkembang pada rasa frustrasi yang repetitif. Tokoh utama diceritakan harus terus-menerus mendengarkan keluh kesah sang pujaan hati yang terluka oleh orang lain.
Ada pertanyaan retoris tentang logika yang seolah tidak bekerja saat sedang jatuh cinta, sekaligus ironi bahwa sang tokoh utama hanya bisa memainkan 'peran' sebagai pendengar yang baik.
Secara musikalitas, Martian sengaja membenturkan lirik yang sendu ini dengan aransemen yang mengajak pendengarnya untuk berdansa santai. Klimaks emosi lagu ini hadir di bagian penutup melalui repetisi chant 'Na na na na' yang kece.

1 hour ago
2











































:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5485697/original/029038600_1769524103-9.jpg)









