jpnn.com, JAKARTA - Langkah Wakil Presiden (Wapres) Gibran Rakabuming Raka mengajak sejumlah mahasiswa dalam kunjungan kerja ke Ende, Gorontalo, dan Papua mendapat apresiasi dari kalangan akademisi.
Pengamat politik dari Universitas Tanjungpura (Untan) Kalimantan Barat, Dr. Erdi, M.Si., menilai mahasiswa merupakan kelompok yang relatif netral dalam memberikan penilaian terhadap kinerja pemerintah.
Karena itu, melibatkan mahasiswa dalam kunjungan kerja dinilai sebagai langkah yang tepat.
"Apa yang dilakukan Pak Wapres ini sangat tepat. Karena mereka inilah kelompok-kelompok terpelajar yang memang sudah seharusnya terlibat atau dilibatkan dalam pengambilan keputusan," kata Erdi, Jumat (19/6).
Menurut Erdi, selama ini mahasiswa kerap mencari ruang untuk menyampaikan aspirasi secara langsung kepada pemerintah.
Edi menilai keterbukaan Wapres menerima mahasiswa dan mengajak mereka berdialog menjadi sinyal positif bagi penguatan partisipasi publik dalam proses pembangunan.
Langkah ini sekaligus mematahkan narasi bahwa Wapres Gibran “alergi” terhadap mahasiswa dan diskusi intelektual lainnya.
“Mahasiswa berada di tengah hiruk-pikuk demonstrasi, kemudian Mas Wapres mampu menerima orang-orang yang memiliki semangat tersebut untuk berbicara. Saya pikir ini preseden yang bagus dan bisa menjadi sesuatu yang baik ke depan," ujar Wakil Dekan III FISIP Untan yang membidangi Kemahasiswaan dan Alumni.

5 hours ago
1





































:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5364450/original/049240400_1759113678-allano.jpg)





:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5518117/original/054027000_1772464500-rivera.jpg)


:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5307861/original/026520700_1754487526-WhatsApp_Image_2025-08-06_at_20.27.15.jpeg)





