jpnn.com - JOMBANG - Pengasuh Pondok Pesantren Mamba’ul Ma’arif Denanyar, Jombang, KH Abdussalam Shohib atau biasa disapa Gus Salam meminta pemerintah serius memberikan perlindungan terhadap korban dan keluarga korban kasus dugaan kekerasan seksual yang telah menjerat oknum pengasuh Ponpes Ndholo Kusumo, Tlogosari, Pati, Jawa Tengah sebagai tersangka.
"Sebanyak 50-an korban dari keluarga kurang mampu, sebagian (korban) anak yatim. Pemerintah harus dan segera memberi perlindungan secara menyeluruh kepada korban dan keluarganya,” kata Gus Salam.
Dia tidak bisa membayangkan derita korban dan keluarga korban, dilihat dari sisi ekonomi, psikologi, sosial, terutama masa depan para korban yang masih usia sekolah.
Menurut Gus Salam, pemerintah dengan skema programnya seharusnya bisa membangkitkan semangat mereka untuk bersekolah meraih cita-citanya.
"Perlu juga skema program untuk pemulihan ekonomi keluarganya. Keprihatinan mendalam tidak hanya dirasakan korban dan keluarga. Komunitas pesantren pun sangat terpukul oleh ulah oknum seperti itu," ujar Gus Salam.
Gus Salam mengatakan, selama lebih lima tahun bermitra dengan beberapa akademisi dan praktisi dari kalangan NU melalui tim kerja advokasi untuk pesantren ramah anak, dia pun menemukan banyak kasus tindak kekerasan dan pelecehan di lingkungan pesantren.
"Seharusnya sudah menjadi momentum bagi pesantren dan jam’iyyah NU di semua tingkatan untuk instrospeksi supaya kejadian serupa tidak terulang,” ujar Gus Salam.
Dia menyadari bahwa jam’iyyah Nahdlatul Ulama memiliki perangkat dan sumber daya yang sangat cukup untuk ikut mendampingi pesantren, melalui Rabithah Ma’ahid Indonesia (RMI) dalam memperbaiki kelemahan dan mengembangkan inovasi pelayanan pesantren kepada para santri, anak didiknya.

1 hour ago
3




















































