jpnn.com, JAKARTA - Perusahaan layanan mobilitas listrik, Green SM Indonesia, menandatangani perjanjian pinjaman investasi senilai Rp600 miliar dengan Bank Central Asia (BCA).
Fasilitas pembiayaan dengan tenor lima tahun tersebut menandai penguatan kemitraan finansial jangka panjang antara kedua pihak dalam mendukung pengembangan transportasi berkelanjutan di Indonesia.
Kesepakatan ini menjadi kelanjutan dari kerja sama yang telah terjalin sebelumnya antara Green SM Indonesia dan BCA, sekaligus mencerminkan komitmen bersama untuk mendorong bisnis mobilitas perkotaan yang berkelanjutan serta tata kelola perusahaan yang kuat.
SVP Corporate Banking BCA Denny Haryanto, mengatakan bahwa pembiayaan ini mencerminkan komitmen BCA dalam mendukung bisnis dengan visi jangka panjang.
“Transportasi berkelanjutan makin penting bagi pembangunan perkotaan di Indonesia. Melalui kerja sama ini, kami mendukung inisiatif yang sejalan dengan ketahanan ekonomi jangka panjang serta tanggung jawab terhadap lingkungan,” ujar Denny dalam keterangannya dikutip Selasa (5/5).
Pinjaman investasi tersebut akan digunakan untuk mendukung kesiapan operasional serta keberlanjutan layanan Green SM Indonesia di berbagai kota.
Struktur pendanaan ini diharapkan dapat memperkuat fondasi keuangan perusahaan sekaligus mendukung strategi pertumbuhan yang terukur.
Kerja sama antara Green SM Indonesia dan BCA sebenarnya telah dimulai sejak peluncuran layanan Green SM di Jakarta pada Desember 2024.

1 hour ago
3




















































