Kinerja Dunia Usaha Positif, Rupiah Makin Perkasa di Hadapan USD

1 week ago 22

Kinerja Dunia Usaha Positif, Rupiah Makin Perkasa di Hadapan USD

Facebook JPNN.com LinkedIn JPNN.com Whatsapp JPNN.com Telegram JPNN.com

Nilai tukar (kurs) rupiah pada penutupan perdagangan Jumat sore, menguat 65 poin atau 0,45 persen. Foto: Ricardo/jpnn

jpnn.com, JAKARTA - Nilai tukar (kurs) rupiah pada penutupan perdagangan Jumat sore, menguat 65 poin atau 0,45 persen.

Mata uang garuda kini berada di level Rp 17.921 per dolar Amerika Serikat (USD) dari sebelumnya Rp 17.986 per USD.

Analis pasar uang Ibrahim Assuaibi menilai penguatan rupiah dipengaruhi rilis hasil Survei Kegiatan Dunia Usaha (SKDU) periode kuartal II-2026 oleh Bank Indonesia (BI).

BI mencatat aktivitas dunia usaha terpantau meningkat. BI melaporkan Saldo Bersih Tertimbang (SBT) pada kuartal II-2026 berada di 12,97 persen.

“Meningkat dibandingkan kuartal sebelumnya yakni 10,11 persen,” ujar Ibrahim dalam keterangan tertulis di Jakarta, Jumat.

Dia menjelaskan investor merespons positif data kegiatan usaha yang meningkat didorong kenaikan kinerja mayoritas Lapangan Usaha (LU) utama, antara lain LU Pertanian, Kehutanan, dan Perikanan, LU Konstruksi, dan LU Pertambangan dan Penggalian sejalan dengan aktivitas usahanya, serta LU Penyediaan Akomodasi dan Makan Minum sejalan dengan permintaan terjaga pada rangkaian periode Hari Besar Keagamaan Nasional (HBKN) dan high season liburan sekolah pada triwulan II-2026.

Kemudian, kapasitas produksi terpakai pada kuartal II-2026 tercatat sebesar 73,8 persen, lebih tinggi ketimbang realisasi kuartal sebelumnya yang sebesar 73,33 persen. Peningkatan kapasitas produksi terpakai terutama ditopang oleh LU Pertanian, Kehutanan, dan Perikanan, LU Pertambangan dan Penggalian, dan LU Pengadaan Listrik.

Sementara itu, kondisi keuangan dunia usaha secara umum tetap baik pada aspek likuiditas maupun rentabilitas, dengan akses kredit yang tetap mudah.

Nilai tukar (kurs) rupiah pada penutupan perdagangan Jumat sore, menguat 65 poin atau 0,45 persen.

JPNN.com WhatsApp

Silakan baca konten menarik lainnya dari JPNN.com di Google News

Read Entire Article
Koran JPP|