Ketum LOGIS 08 Minta Presiden Prabowo Evaluasi Menteri PU Dody, Begini Alasannya

6 days ago 17

Ketum LOGIS 08 Minta Presiden Prabowo Evaluasi Menteri PU Dody, Begini Alasannya

Facebook JPNN.com LinkedIn JPNN.com Whatsapp JPNN.com Telegram JPNN.com

Ketua Umum Logis 08 Anshar Ilo. Foto: Source for JPNN.com

jpnn.com, JAKARTA - Ketua Umum LOGIS 08 Anshar Ilo mendesak Presiden Prabowo Subianto untuk segera mengevaluasi dan mencopot Menteri Pekerjaan Umum (PU) Dody Hanggodo, menyusul berbagai polemik yang belakangan menjadi sorotan publik.

Anshar menyampaikan desakan tersebut setelah mencuatnya sejumlah kontroversi, mulai dari bocornya dokumen perjalanan dinas ke Amerika Serikat yang mencantumkan nama istri dan anak Menteri PU dalam daftar delegasi.

Hingga munculnya tudingan mengenai dugaan nepotisme terkait pengangkatan seorang komisaris BUMN yang disebut-sebut memiliki hubungan keluarga dengan sang menteri.

Isu-isu tersebut telah dibantah oleh Dody Hanggodo maupun Kementerian PU.

Kementerian menjelaskan bahwa pencantuman nama istri dan anak dilakukan untuk keperluan pengurusan visa serta biaya keluarga tidak menggunakan APBN, sementara Dody juga membantah isu pengangkatan keponakannya sebagai komisaris BUMN.

Anshar Ilo menilai terlepas dari benar atau tidaknya berbagai tudingan tersebut, kegaduhan yang terus berulang telah mengganggu citra pemerintahan Presiden Prabowo.

"Presiden membutuhkan pembantu yang fokus bekerja, bukan pejabat yang terus menjadi sumber kontroversi. Kalau seorang menteri lebih banyak menyita perhatian publik karena polemik dibanding prestasi kerjanya, sudah saatnya Presiden melakukan evaluasi," kata Anshar, Senin (20/7).

Mantan Wakil Ketua Umum KNPI Pusat itu mengaku geram melihat sikap pejabat negara yang menurutnya terkesan arogan dan tidak menunjukkan keteladanan sebagai pembantu Presiden.

Ketua Umum LOGIS 08 Anshar Ilo mendesak Presiden Prabowo Subianto untuk segera mengevaluasi Menteri Pekerjaan Umum (PU) Dody Hanggodo.

JPNN.com WhatsApp

Silakan baca konten menarik lainnya dari JPNN.com di Google News

Read Entire Article
Koran JPP|