Ketika Brand Bayi Masuk Ruang Dewasa: Krisis Komunikasi dan Taruhan Reputasi Moell

1 week ago 7

Oleh: Felinka Destiara

 Krisis Komunikasi dan Taruhan Reputasi Moell

Facebook JPNN.com LinkedIn JPNN.com Whatsapp JPNN.com Telegram JPNN.com

Tangkapan layar brand perawatan bayi Moell dalam program Marapthon. Foto: dokumentasi tangkapan layar kanal Marapthon

jpnn.com - Di tengah persaingan merebut perhatian publik, banyak merek berlomba mencari panggung dengan jangkauan audiens sebesar mungkin.

Dalam era ekonomi atensi (attention economy), eksposur sering dipandang sebagai mata uang baru dalam strategi komunikasi pemasaran.

Namun, kasus brand perawatan bayi Moell dalam program Marapthon menunjukkan bahwa visibilitas yang tinggi tidak selalu berujung pada penerimaan positif.

Dalam situasi tertentu, eksposur justru dapat menjadiawal dari krisis reputasi.

Bagi sebagian kalangan, kehadiran Moell di Marapthon dapat dipandang sebagai strategi pemasaran yang berani dan inovatif.

Akan tetapi, bagi kelompok konsumen utama Moell, khususnya para orang tua, kemunculan brand bayi dalam ruang hiburan yang diasosiasikan dengan konten dewasa dinilai tidak sejalandengan identitas dan nilai yang selama ini dibangun perusahaan.

Di ruang digital yang sangat partisipatif, persepsi publik terbentuk tidak hanya dari pesan yang disampaikan perusahaan, tetapi juga dari konteks tempat pesan tersebut muncul.

Dalam perspektif Manajemen Komunikasi Krisis, persoalan utama dalam kasus ini bukan terletak pada kualitas produk, melainkan pada kegagalan membaca persepsi publik.

Kasus brand perawatan bayi Moell dalam program Marapthon menunjukkan bahwa visibilitas yang tinggi tidak selalu berujung pada penerimaan positif.

JPNN.com WhatsApp

Silakan baca konten menarik lainnya dari JPNN.com di Google News

Read Entire Article
Koran JPP|