jpnn.com, JAKARTA - Kementerian Pendidikan Tinggi, Sains, dan Teknologi (Kemendiktisaintek) membuka ruang kolaborasi strategis dengan Dewan Energi Nasional (DEN) serta pelaku industri, dengan menempatkan MIND ID sebagai salah satu mitra kunci.
Rencana kolaborasi itu sebagai penguatan agenda hilirisasi dan swasembada energi nasional yang didukung arsitektur riset berbasis problem statement.
Langkah itu diakselerasi untuk memastikan kebijakan energi nasional dan dibangun di atas fondasi ilmiah yang kokoh dan aplikatif.
Direktur Jenderal Riset dan Pengembangan Kemendiktisaintek, Fauzan Aziman mengatakan bahwa riset nasional tidak lagi disusun sekadar berbasis topik, tetapi diarahkan untuk menjawab tantangan nyata industri dan kebutuhan strategis negara.
“Kami ingin penelitian berbasis pemecahan masalah. Problem statement itu tidak hanya datang dari kampus, tetapi juga dari industri, BUMN, dan Dewan Energi Nasional,” ucap Fauzan, pada Selasa (3/3).
“Apa yang menjadi perhatian DEN dan industri seperti MIND ID, itulah yang kami dorong menjadi fokus penelitian,” lanjutnya.
Perubahan arsitektur riset tersebut diperkuat dengan peningkatan anggaran riset nasional dari Rp 8 triliun menjadi Rp 12 triliun pada 2025.
Kenaikan 50 persen tersebut diarahkan untuk mempercepat penguasaan teknologi khususnya di sektor strategis, termasuk hilirisasi mineral dan ketahanan energi.

1 hour ago
1





















































