jpnn.com, JAKARTA - Kelompok Cipayung Plus terdiri dari PMII, IMM, PMKRI, GMKI, KAMMI, KMHDI, HIMAPERSIS, LMND dan Hikmahbudi menyampaikan pernyataan sikap terkait dugaan pemborosan anggaran dan buruknya tata kelola di lingkungan Badan Gizi Nasional (BGN).
Kelomppok Cipayung Plus mengapresiasi Program Makan Bergizi Gratis karena dapat menjadi solusi jangka panjang untuk mengatasi persoalan gizi dan pendidikan bangsa Indonesia ke depan.
Namun, dalam pelaksanaan program MBG oleh BGN, Kelompok Cipayung Plus menilai banyak terdapat kejanggalan dan potensi pemborosan yang tidak sesuai dengan perintah efesiensi Presiden Prabowo Subianto.
Kelompok Cipayung Plus mengungkap sejumlah dugaan penyimpangan dalam proyek pengadaan barang dan jasa di lingkungan BGN.
Salah satunya adalah pengadaan tablet Samsung Galaxy Tab Active 5 senilai Rp 508,4 miliar dengan harga kontrak mencapai Rp 17,9 juta per unit, jauh di atas harga pasar global yang berkisar Rp 8 jutaan.
Mereka juga menyoroti pengadaan lebih dari 21 ribu unit motor listrik senilai Rp 42 juta per unit yang dinilai tidak memiliki analisis kebutuhan yang jelas.
Proyek tersebut bahkan telah mendapat sorotan dari Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) karena diduga cacat prosedur sejak tahap perencanaan.
Tak hanya itu, proyek pembangunan Sistem Informasi Pemenuhan Gizi Nasional (SIPGN) senilai Rp 1,2 triliun melalui mekanisme penunjukan langsung kepada Perum Peruri juga dinilai bermasalah.

3 days ago
13







.jpeg)












































