jpnn.com - JAKARTA - Demam Berdarah Dengue atau DBD masih menjadi ancaman kesehatan serius bagi keluarga Indonesia.
Risiko penularan yang dapat terjadi kapan saja, beban ekonomi yang besar, serta dampak perubahan iklim yang berpotensi memperluas penyebaran nyamuk Aedes aegypti membuat pencegahan DBD semakin mendesak dilakukan sejak dini.
Untuk memperkuat edukasi pencegahan DBD, PT Takeda Innovative Medicines menggelar kegiatan edukasi publik bertajuk “ABCD Land – Ayo Bersama Cegah DBD!” pada 20–21 Juni 2026 di Urban Forest, Jakarta.
Kegiatan ini menjadi bagian dari inisiatif Langkah Bersama Cegah DBD yang telah dijalankan Takeda sejak 2023 bersama Kementerian Kesehatan, organisasi profesi, komunitas, dan masyarakat luas.
ABCD Land diselenggarakan bertepatan dengan peringatan ASEAN Dengue Day, momentum tahunan yang menegaskan pentingnya kolaborasi lintas sektor dalam menghadapi dengue sebagai salah satu tantangan kesehatan masyarakat terbesar di Asia Tenggara.
DBD merupakan penyakit akibat virus dengue yang ditularkan melalui gigitan nyamuk Aedes aegypti.
Di Indonesia, penyakit ini tidak hanya berdampak pada kesehatan, tetapi juga menimbulkan beban ekonomi yang signifikan.
"Beban DBD di Indonesia masih tinggi dan dalam beberapa tahun terakhir menunjukkan kecenderungan peningkatan," kata Direktur Penyakit Menular Kementerian Kesehatan RI, dr. Prima Yosephine, MKM, Jumat (19/6).

15 hours ago
1






































:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5364450/original/049240400_1759113678-allano.jpg)




:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5518117/original/054027000_1772464500-rivera.jpg)



:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5307861/original/026520700_1754487526-WhatsApp_Image_2025-08-06_at_20.27.15.jpeg)





