Imbau Korban Gempa Kasbon Kebutuhan Dasar di Toko, Gubernur NTT Panen Kritikan

5 hours ago 1

Imbau Korban Gempa Kasbon Kebutuhan Dasar di Toko, Gubernur NTT Panen Kritikan

Facebook JPNN.com LinkedIn JPNN.com Whatsapp JPNN.com Telegram JPNN.com

Gubernur Nusa Tenggara Timur Melki Laka Lena. Foto: dok @melkilakalena.official

jpnn.com, FLORES - Gubernur NTT Melki Laka Lena panen kritikan setelah menerbitkan surat edaran yang berisi imbauan untuk para pemilik toko kelontong/ kios dan warga korban gempa Flores.

Dalam surat edaran itu, Pemprov NTT menerapkan kebijakan 'ambil dahulu, bayar kemudian' di toko atau kios setempat. Korban gempa diminta untuk meminta/mengambil kebutuhan dasar mereka di toko/kios terdekat. Semua itu harus dicatat untuk bisa dipertanggungjawabkan dan akan dibayarkan oleh Pemprov NTT.

Kebijakan itu untuk memastikan kebutuhan dasar warga terdampak gempa bumi terpenuhi dalam kondisi tanggap darurat. Namun, kini, kebijakan ini panen kritik terutama dari warga NTT sendiri di media sosial.

Kritikan, kemarahan, dan hujatan ramai di kolom komentar postingan terkait kebijakan itu di akun official Gubernur NTT di Instagram.

"Tidak segampang itu. Siapa yang bertugas melakukan pengawasan dan pengambilan barang? siapa yang bertanggung jawab kalau ternyata tidak dibayarkan? siapa yang tidak tahu betapa RIBETnya BIROKRASI, apalagi soal reimburse anggaran?. Sudah bapa jangan menambah susah masyarakat yang sudah susah. Bapa seorang gubernur dengan semua fasilitas di NTT ini tinggal telepon kepala BULOG, ASDP dan kepala lainnya untuk bergerak bawa bantuan. Flores masih satu provinsi ini masa tidak bisa?," tulis akun @Grace**

"Sangat lucu sekali imbauan bapak gubernur ini. Bagaimana mereka mau kasbon kalau pemilik kios juga kena dampak bencana? Sebelum bapa suruh pun masyarakat di sana sudah pasti punya naluri bertahan hidup dan saling tolong tidak mungkin sedang bencana pemilik kios sibuk berjualan, karena toko atau kios mereka juga sudah ambruk. Tolonglah pak jangan bikin malu di mata pimpinan daerah lain yang sudah bergerak cepat salurkan bantuan ke mana-mana sedangkan pemimpin kita sendiri malah bikin imbauan begini, kecewa sekali," tulis akun @anggelina***

"Kenapa pemerintah tidak membeli langsung dari pedagang di sana kemudian didistribusikan melalui RT/RW? supaya tidak ada bon ke pedagang, karena pedagang juga korban yang membutuhkan bantuan untuk melanjutkan hidup dan usaha mereka tidak mati setelah bencana ini," tulis akun @yatti**

Maria, warga Kabupaten Nagekeo juga mengungkapkan kekecewaan karean adanya kebijakan Gubernur NTT tersebut. 

Kebijakan Gubernur NTT terkait ambil dahulu. bayar kemudian untuk korban gempa Flores panen kritik di media sosial.

JPNN.com WhatsApp

Silakan baca konten menarik lainnya dari JPNN.com di Google News

Read Entire Article
Koran JPP|