jpnn.com - JAKARTA - Kementerian Perdagangan mencatat PT Halal Network International (HNI) menyumbang transaksi Rp 963 miliar dari total angka penjualan langsung (direct selling) yang mencapai Rp 7,08 triliun. Besarnya capaian angka penjualan langsung yang sebesar Rp 7,08 triliun itu membuktikan bahwa model bisnis ini memiliki nilai ekosistem kuat yang berdampak nyata bagi pertumbuhan ekonomi Indonesia.
“Dari 7,08 triliun tersebut, 963 miliar itu merupakan kontribusi dari HNI (Halal Network International). Sebegitu signifikannya penjualan langsung, dan konteksnya terhadap kontribusi dalam ekonomi Indonesia," ujar Direktur Jenderal Perdagangan Dalam Negeri Kementerian Perdagangan Iqbal Shoffan Shofwan saat acara Milad HNI Beyond 14: Building The Future Together, di HNI Plaza, Kalimalang, Bekasi, Jawa Barat, Sabtu (15/8).
Iqbal pun menjelaskan besarnya angka transaksi yang dihasilkan HNI mencerminkan tingginya keandalan jaringan pemasaran, dan daya serap pasar terhadap produk-produk halal di dalam negeri. “Model bisnis ini tidak hanya mengandalkan transaksi ritel semata, melainkan juga investasi pada pembinaan tenaga pemasar, dan pembentukan jaringan distributor yang berjenjang," ungkapnya.
Oleh karena itu, Iqbal menangatakan bahwa pemerintah berkomitmen terus menjaga dan melindungi ekosistem usaha penjualan langsung, agar tetap tumbuh sehat, serta terlindungi dari praktik perdagangan yang melanggar ketentuan regulasi. Kemendag berharap sektor penjualan langsung dapat terus menjadi pilar penopang konsumsi domestik, serta memberdayakan jutaan tenaga pemasar independen di seluruh wilayah Indonesia.
Sementara itu, Direktur Utama Halal Network International Agung Yulianto menuturkan bahwa pencapaian yang diraih perusahaan selama 14 tahun terakhir, merupakan buah dari kepercayaan konsumen, kerja keras manajemen. Selain itu, hal tersebut juga merupakan hasil kolaborasi bersama para mitra bisnis (leader) di seluruh Indonesia. “Ini bukan semata-mata karya kami manajemen bersama seluruh leader, tetapi atas izin Allah SWT. Yang perlu digarisbawahi adalah bukan hanya angka pertumbuhan yang kami banggakan," kata Agung.
Menurut Agung, indikator keberhasilan utama HNI terletak pada peran perusahaan, sebagai wadah tumbuh kembang basis konsumen loyal, dan ribuan wirausahawan (entrepreneur) baru. Saat ini, HNI mencatat total keanggotaan mencapai enam juta orang. Dari jumlah tersebut, basis konsumen loyal yang melakukan transaksi belanja dalam satu tahun terakhir, mencapai satu juta orang. Tingkat konsumen aktif yang konsisten berbelanja setiap bulan berada di angka lebih dari 300 ribu orang.
"Jadi, dari enam juta member, ada 300 ribu orang yang setiap bulan belanja, itu konsumen aktif kami," tambah Agung. (dit/jpnn)

5 hours ago
5






































:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5178598/original/058171600_1743354239-Lucas_Frigeri_perpanjang_kontrak_bersama_Arema_1_.jpg)



:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5307153/original/098770300_1754459746-1000192530.jpg)





:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/4975812/original/006754600_1729569212-10.jpg)

:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5562206/original/086517200_1776814820-1000840473.jpg)


:strip_icc():format(jpeg):watermark(kly-media-production/assets/images/watermarks/bola/watermark-color-landscape-new.png,1125,20,0)/kly-media-production/medias/5296325/original/012442900_1753573688-Launching_Persijap_Jepara-1.jpg)