Hilang Saat Mandi di Sungai Enim, Pelajar Kelas VI SD Ditemukan Meninggal

1 week ago 5

Hilang Saat Mandi di Sungai Enim, Pelajar Kelas VI SD Ditemukan Meninggal

Facebook JPNN.com LinkedIn JPNN.com Whatsapp JPNN.com Telegram JPNN.com

Pelajar kelas VI SD yang hilang terseret arus saat mandi di Sungai Enim ditemukan sudah dalam kondisi meninggal dunia. Setelah dievakuasi Tim SAR Gabungan, korban diserahkan ke pihak keluarga dan dibawa ke rumah duka untuk proses pemakaman. Foto: Basarnas Palembang.

jpnn.com - PALEMBANG - Seorang pelajar kelas VI SD Gibran Farelio yang hilang tenggelam saat mandi di Sungai Enim, Dusun Bukit Agung, Desa Keban Agung, Kecamatan Lawang Kidul, Kabupaten Muara Enim, Sumatera Selatan, ditemukan sudah dalam keadaan meninggal dunia, Selasa (28/7), sekitar pukul 17.20 WIB.

Bocah berusia 12 tahun itu ditemukan warga yang turut membantu proses pencarian, dalam keadaan mengapung di pinggir Sungai Enim tepatnya di kawasan lesehan Desa Keban Agung, Kecamatan Lawang Kidul, atau sekitar 1 kilometer dari lokasi awal dilaporkan tenggelam.

Setelah dievakuasi Tim SAR Gabungan, korban selanjutnya diserahkan kepada pihak keluarga dan dibawa ke rumah duka untuk proses pemakaman.

"Atas nama keluarga besar Basarnas, kami menyampaikan dukacita yang mendalam kepada keluarga korban. Terima kasih kepada seluruh unsur SAR gabungan dan masyarakat yang telah bekerja sama sehingga korban dapat ditemukan,” kata Kepala Kantor SAR Palembang Raymond Konstantin, Selasa (28/7).

Raymond mengatakan dengan ditemukannya korban, Operasi SAR secara resmi dinyatakan selesai. “Seluruh unsur yang terlibat dikembalikan ke satuannya masing-masing," ungkapnya.

Operasi SAR melibatkan berbagai unsur, di antaranya Basarnas Kantor SAR Palembang, TNI/Polri, Damkar, PT Bukit Asam (PTBA), BPBD, PT Pama, PT SBS, relawan, serta masyarakat yang bersama-sama melakukan pencarian sejak laporan diterima.

Basarnas kembali mengimbau kepada seluruh masyarakat agar selalu mengutamakan keselamatan saat beraktivitas di sungai maupun perairan lainnya. Dia berharap orang tua meningkatkan pengawasan terhadap anak-anak dan tidak membiarkan mereka mandi atau berenang tanpa pendampingan.

“Kewaspadaan dan kepedulian terhadap faktor keselamatan merupakan langkah penting untuk mencegah terjadinya musibah serupa," pesan Raymond. 

Pelajar kelas VI SD yang hilang terseret arus saat mandi di Sungai Enim ditemukan sudah dalam kondisi meninggal dunia.

JPNN.com WhatsApp

Silakan baca konten menarik lainnya dari JPNN.com di Google News

Read Entire Article
Koran JPP|