jpnn.com, JAKARTA - Harga bahan bakar minyak (BBM) jenis non-subsidi dikabarkan akan mengalami penyesuaian harga pada Rabu (1/4).
Kabar itu memicu perhatian publik di tengah dinamika pasar energi global yang sedang bergejolak.
Pengamat Ekonomi Energi dari Universitas Gadjah Mada (UGM), Fahmy Radhi memberikan prediksinya terkait besaran kenaikan tersebut.
Fahmy memproyeksikan harga kelompok Pertamax Cs bisa melonjak hingga dua digit jika pemerintah memutuskan untuk menaikkan harga.
"Nah, perkiraan saya gitu, itu antara 10 sampai 20 persen gitu, paling tinggi 20 persen tadi," ujar Fahmy Radhi saat dihubungi jpnn.com.
Fahmy menilai potensi kenaikan ini konsekuensi logis dari pergerakan harga minyak mentah dunia.
Saat ini, harga komoditas tersebut diketahui telah menembus angka lebih dari 110 dolar AS per barel.
"Kalau melihat kenaikan harga minyak dunia gitu ya, itu kan tinggi sekali gitu ya," ujarnya.

3 hours ago
2





















































