jpnn.com, JAKARTA - Kelompok pemuda mengatasnamakan Gerakan Pemuda Islam (GPI) secara tegas menyatakan penolakan terhadap segala bentuk provokasi yang berpotensi memecah belah persatuan dan kesatuan bangsa.
GPI juga mengajak seluruh warga untuk tidak terprovokasi.
Hal tersebut disampaikan Ketua Umum PP GPI Khoirul Amin saat deklarasi yang berlangsung di Kantor Komite Nasional Pemuda Indonesia (KNPI), Velodrome, Jakarta Timur (Jaktim), Rabu (26/8/2026).
Deklarasi GPI itu untuk menyikapi rencana unjuk rasa dari Aliansi Masyarakat Pati Bersatu (AMPB) di depan gedung MPR/DPR/DPD RI, Jakarta, 27 Agustus 2026.
Menurut Khoirul, demokrasi merupakan bagian penting dari kehidupan berbangsa dan bernegara.
Meski begitu, dia menolak setiap upaya yang memperkeruh suasana dan mengadu-domba elemen masyarakat.
"Kami juga menolak setiap upaya menggunakan isu rakyat untuk membangun permusuhan, memperkeruh suasana, atau mengadu domba antar-elemen masyarakat," tegas Khoirul.
Menurut GPI, aspirasi rakyat harus disampaikan dengan cara yang bermartabat, konstitusional, damai, dan tidak mengorbankan kepentingan bangsa yang lebih besar.

1 hour ago
4













































:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5565946/original/060695200_1777098813-lemos.jpg)







