jpnn.com, JAKARTA - Gejolak geopolitik, ketidakpastian ekonomi global, serta arah kebijakan moneter Amerika Serikat mendorong investor mencari instrumen yang mampu memberikan gambaran lebih objektif terhadap nilai berbagai aset.
Dalam kondisi tersebut, rasio emas dinilai menjadi salah satu indikator yang relevan untuk membaca peluang investasi.
Analis pasar keuangan broker Elev8, Kar Yong Ang, mengatakan emas tetap menjadi aset acuan karena nilainya lebih dipengaruhi keseimbangan permintaan dan penawaran dibandingkan mata uang fiat yang dapat dicetak tanpa batas.
Menurut dia, dalam jangka menengah hingga panjang, pergerakan harga emas masih dipengaruhi kebijakan moneter, terutama keputusan Federal Reserve dan pergerakan dolar Amerika Serikat.
"Kebijakan moneter, terutama arah Federal Reserve dan kekuatan dolar AS, masih menjadi faktor dominan yang memengaruhi harga emas. Karena itu, rasio emas dapat membantu investor melihat nilai relatif suatu aset tanpa terdistorsi fluktuasi mata uang," ujar Kar Yong Ang, dalam keterangannya, Sabtu (18/7).
Dia menjelaskan rasio merupakan perbandingan matematis antara dua aset yang menunjukkan berapa banyak satu aset dibutuhkan untuk memperoleh aset lainnya. Pendekatan tersebut membantu investor membandingkan valuasi berbagai instrumen secara lebih objektif.
Dengan menggunakan emas sebagai pembanding, investor dapat menilai apakah suatu aset relatif mahal atau murah tanpa terlalu dipengaruhi inflasi, pencetakan uang, maupun pergerakan nilai tukar dalam jangka pendek.
Salah satu rasio yang paling banyak digunakan ialah rasio emas terhadap perak. Rasio tersebut menunjukkan jumlah ounce perak yang dibutuhkan untuk membeli satu ounce emas, sekaligus menggambarkan perbedaan karakter kedua logam mulia tersebut.

1 week ago
23


































:strip_icc():format(jpeg):watermark(kly-media-production/assets/images/watermarks/bola/watermark-color-landscape-new.png,1125,20,0)/kly-media-production/medias/4941362/original/014041800_1725973110-20240910BL_Indonesia_vs_Australia-1000_2.JPG)

:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5310367/original/071942200_1754711095-Justin_Hubner.jpg)
:strip_icc():format(jpeg):watermark(kly-media-production/assets/images/watermarks/bola/watermark-color-landscape-new.png,1125,20,0)/kly-media-production/medias/5545933/original/045717500_1775222563-IMG_2161.jpeg)





:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5046704/original/088175000_1733934093-Dony_Tri_Pamungkas_Cover.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5193024/original/060543500_1745211082-dean_fc.jpg)

:strip_icc():format(jpeg):watermark(kly-media-production/assets/images/watermarks/bola/watermark-color-landscape-new.png,1125,20,0)/kly-media-production/medias/5542420/original/080654500_1774942824-20260330IQ_Timnas_Indonesia_vs_Bulgaria-37.jpg)


:strip_icc():format(jpeg):watermark(kly-media-production/assets/images/watermarks/bola/watermark-color-landscape-new.png,1125,20,0)/kly-media-production/medias/5541349/original/073673000_1774859926-solomon_kitts.jpeg)


:strip_icc():format(jpeg):watermark(kly-media-production/assets/images/watermarks/bola/watermark-color-landscape-new.png,1125,20,0)/kly-media-production/medias/5541708/original/058501100_1774879682-20260330AA_Timnas_Indonesia_vs_Bulgaria-2.jpg)