jpnn.com, JAKARTA - Rencana Badan Pengelola Investasi Daya Anagata Nusantara (Danantara Indonesia) untuk mengelola saham PT Bursa Efek Indonesia (BEI) mendapat respons positif dari ekonom.
“Demutualisasi, ya, nanti kemungkinan berada di bawah Danantara berarti. Kalau saya melihat Danantara sih sangat optimis, ya, karena isinya orang-orang profesional,” ujar Head of Research & Chief Economist PT Mirae Asset Sekuritas Indonesia Rully Arya Wisnubroto ketika dijumpai di Jakarta, Selasa.
Rully berharap, ke depannya akan berlangsung lebih banyak IPO (Initial Public Offering) atau Penawaran Umum Perdana dari perusahaan-perusahaan pelat merah.
Terkait dengan bagus atau tidaknya peluang IPO dari BUMN, Rully menyampaikan hal tersebut akan dinilai oleh Danantara.
“Itu tugasnya Danantara (menentukan IPO BUMN),” kata dia.
Demutualisasi BEI merupakan amanat dari UU P2SK, yang mana salah satu ketentuannya yaitu PT BEI dapat dimiliki oleh tiga lembaga negara, yakni Kementerian Keuangan (Kemenkeu), Bank Indonesia (BI), serta Badan Pengelola Investasi Daya Anagata Nusantara (Danantara Indonesia).
Danantara Indonesia menyatakan tengah mempersiapkan proses upaya mempunyai kepemilikan atas saham BEI.
Chief Investment Officer (CIO) Danantara Indonesia Pandu Sjahrir mengatakan saat ini pihaknya tengah dalam pembahasan bersama Otoritas Jasa Keuangan (OJK) terkait proses untuk mempunyai kepemilikan sama atas BEI tersebut.

1 hour ago
2












































:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5562206/original/086517200_1776814820-1000840473.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/4975812/original/006754600_1729569212-10.jpg)






