Dedi Mulyadi Gelar Sayembara Menangkap Begal, Menteri HAM: Semoga Hanya Guyonan

1 hour ago 2

 Semoga Hanya Guyonan

Facebook JPNN.com LinkedIn JPNN.com Whatsapp JPNN.com Telegram JPNN.com

Menteri HAM Natalius Pigai. Foto: Antara

jpnn.com, BANDUNG - Menteri Hak Asasi Manusia (HAM) Natalius Pigai berharap sayembara menangkap begal yang digelar Gubernur Jawa Barat Dedi Mulyadi hanyalah lelucon belaka. 

Pigai mengatakan apabila sayembara itu benar adanya, maka tidak etis karena berbahaya dan bisa mengancam keselamatan. 

"Kalau serius ya tidak boleh. Tetapi kalau guyonan enggak apa-apa. Guyonan aja. Tetapi kalau serius tidak boleh, itu bahaya," kata Pigai di Hotel Papandayan, Kota Bandung, pada Selasa (28/7/2026).

Pigai menyebut sayembara itu ditujukan bagi warga Jabar yang merupakan sipil. Mereka tidak terlatih untuk menangkap pelaku begal sehingga dikhawatirkan justru mengakibatkan pertumpahan darah.

"Anda membayar untuk menangkap orang. Kalau nangkap begini, orang yang menangkap terlatih enggak? Kalau sipil yang tidak terlatih mukul dong, ya? Berdarah-darah. Apa perbolehkan kita bayar orang untuk memukul orang lain di lapangan?" ucap dia.

"Tidak etis. Tetapi dugaan saya beliau guyonan, tidak serius. Ya. Semoga guyonan dan tidak serius," lanjutnya. 

Sebelumnya, Dedi mengadakan sayembara bagi warga yang berhasil menangkap begal, jambret, maling, hingga copet kemudian menyerahkannya ke polisi.

"Saya memberikan sayembara pada seluruh warga Jabar. Yang bisa melumpuhkan maling, copet, jambret, begal, rampok kami siapkan hadiah dari Rp 5 juta sampai Rp 50 juta yang mampu melumpuhkan berbagai aksi kejahatan dan menyerahkannya kepada kepolisian dalam keadaan hidup," kata Dedi melalui keterangan di akun Instagram pribadinya. 

Menteri HAM Natalius Pigai berkomentar soal sayembara menangkap begal yang diinisiasi Gubernur Jawa Barat Dedi Mulyadi.

JPNN.com WhatsApp

Silakan baca konten menarik lainnya dari JPNN.com di Google News

Read Entire Article
Koran JPP|