Beban Ekonomi Dengue di Indonesia Tembus Rp 9 Triliun, Pencegahan Perlu Diperkuat

2 weeks ago 18

Beban Ekonomi Dengue di Indonesia Tembus Rp 9 Triliun, Pencegahan Perlu Diperkuat

Facebook JPNN.com LinkedIn JPNN.com Whatsapp JPNN.com Telegram JPNN.com

Beban ekonomi dengue di Indonesia tembus Rp9 triliun, pencegahan perlu diperkuat. Foto dokumentasi IDAI

jpnn.com, JAKARTA - Dengue bukan lagi penyakit yang hanya muncul saat musim hujan. Risiko penularannya dapat berlangsung sepanjang tahun dan dampaknya tidak berhenti pada persoalan kesehatan.

Penyakit yang ditularkan melalui gigitan nyamuk Aedes aegypti tersebut juga menimbulkan beban ekonomi besar bagi negara, pasien, dan keluarga.

Studi dari Universitas Gadjah Mada memperkirakan total beban ekonomi akibat dengue di Indonesia sepanjang 2024 mencapai hampir Rp 9 triliun, dengan lebih dari 2 juta kejadian rawat inap.

"Temuan tersebut menunjukkan bahwa dengue perlu dipandang sebagai salah satu prioritas kesehatan masyarakat yang membutuhkan pencegahan secara konsisten, menyeluruh, dan melibatkan berbagai pihak," kata Peneliti dari Pusat Kebijakan Pembiayaan dan Manajemen Asuransi Kesehatan FK-KMK UGM, Dr. Diah Ayu Puspandari, dalam keterangan resminya dikutip, Jumat (17/7).

Hasil studi itu dipaparkan dalam Jakarta Dengue Forum yang diselenggarakan PT Takeda Innovative Medicines bersama Ikatan Dokter Anak Indonesia Cabang DKI Jakarta atau IDAI Jaya. Forum ilmiah tersebut dihadiri lebih dari 300 tenaga kesehatan. 

Diah menyebutkan, kepemilikan Jaminan Kesehatan Nasional belum sepenuhnya membebaskan pasien dari biaya selama menjalani pengobatan dengue.

Pasien peserta JKN masih harus mengeluarkan biaya mandiri rata-rata sekitar Rp 1,1 juta hingga Rp 1,3 juta untuk satu periode sakit.

"Biaya tersebut antara lain digunakan untuk transportasi, akomodasi anggota keluarga yang mendampingi pasien, dan berbagai kebutuhan nonmedis lainnya.

Beban ekonomi dengue di Indonesia tembus Rp9 triliun, pencegahan perlu diperkuat

JPNN.com WhatsApp

Silakan baca konten menarik lainnya dari JPNN.com di Google News

Read Entire Article
Koran JPP|