Banyak SD Negeri di Semarang Kekurangan Murid, Masalahnya Kompleks

1 week ago 19

Banyak SD Negeri di Semarang Kekurangan Murid, Masalahnya Kompleks

Facebook JPNN.com LinkedIn JPNN.com Whatsapp JPNN.com Telegram JPNN.com

Ilustrasi Siswa SD. Foto: Soetomo Samsu/JPNN.com

jpnn.com - Dinas Pendidikan Kota Semarang akan mengevaluasi penyebab sejumlah sekolah dasar (SD) Negeri mengalami kekurangan siswa pada Seleksi Penerimaan Murid Baru (SPMB) tahun ini.

Kepala Disdik Kota Semarang M Ahsan menyebut faktor penyebab beberapa SD Negeri kekurangan siswa cenderung kompleks.

Beberapa sekolah yang minim murid baru tersebut adalah SDN 1 Purwoyoso di Kecamatan Ngaliyan yang hanya mendapat tiga murid baru. Kemudian, SDN Wonodri yang hanya mendapatkan lima murid.

Pihaknya sudah melakukan penelusuran data bahwa jumlah lulusan pendidikan anak usia dini (PAUD) di Kota Semarang sebanyak 22.567 anak, sedangkan kuota di SD Negeri sekitar 14.530 siswa.

"Lulusan PAUD ada 22.567 anak. Nah, pendaftar di SD Negeri itu di angka 12.000-an siswa. Sehingga, kesimpulannya selebihnya mendaftar di SD Swasta, di MI (madrasah ibtidaiyah) atau di satuan pendidikan yang lain," ujarnya, Minggu (19/7/2026).

Artinya, kata dia, ada kecenderungan pilihan sekolah untuk anak-anak bergeser dari SD Negeri.

"Kami perlu lakukan evaluasi yang lebih mendalam, mengapa beberapa SD Negeri itu tidak menjadi pilihan masyarakat. Itu biasanya faktornya berbeda-beda, bahkan kompleks," katanya.

Dari hasil evaluasi, nantinya baru bisa dilakukan langkah lebih lanjut, misalnya perlu dilakukan intervensi, penambahan sarana prasarana, peningkatan mutu pembelajaran, dan mutu guru.

Dinas Pendidikan Kota Semarang akan mengevaluasi penyebab sejumlah SD Negeri mengalami kekurangan murid pada Seleksi Penerimaan Murid Baru (SPMB) 2026.

JPNN.com WhatsApp

Silakan baca konten menarik lainnya dari JPNN.com di Google News

Read Entire Article
Koran JPP|