jpnn.com, JAKARTA - Masa pengembalian modal investasi kereta cepat Jakarta-Bandung Whoosh diperkirakan memakan waktu hingga 139 tahun jika tingkat keterisian penumpang tidak kunjung meningkat.
Hal tersebut disampaikan Ekonom sekaligus Direktur Eksekutif Institute for Development of Economics and Finance (Indef), Esther Sri Astuti.
Esther menilai lambatnya proses balik modal proyek ini sangat dipengaruhi jumlah penumpang harian yang masih berada di bawah 50 persen.
“Perhitungan awal menunjukkan jika tingkat keterisian penumpang hanya 50 persen, waktu balik modal bisa memakan waktu hingga 139 tahun,” kata Esther kepada Jpnn.com, baru-baru ini.
Esther menyebut durasi pelunasan tersebut bahkan berpotensi berlarut-larut akibat fluktuasi mata uang serta tingginya biaya proyek.
“Bahkan mencapai 100 tahun lebih dengan penyesuaian kurs USD dan pembengkakan biaya investasi,” lanjutnya.
Meski begitu, Esther menyebut durasi pengembalian modal Whoosh sebetulnya masih bisa dipangkas asalkan okupansi penumpang berhasil digenjot.
Dia menjelaskan durasi pengembalian modal tersebut diperkirakan berpotensi dipercepat hingga mencapai kisaran 60 sampai 80 tahun.

2 hours ago
1









.jpeg)











































