jpnn.com, JAKARTA - Kepala Badan Riset dan Analisis Kebijakan Pusat PDI Perjuangan Andi Widjajanto (AW) mengungkap makna penting dari peristiwa 27 Juli 1996 atau yang dikenal dengan Kudatuli, yakni militer tetap berada pada fungsi utama.
Menurut dia, militer harus tetap berada dalam alat pertahanan negara dan tidak terlibat dalam politik praktis maupun ranah sipil.
"Satu saja yang menjadi pesan dari Kudatuli itu, jangan biarkan lagi tentara keluar dari koridor profesionalnya," kata AW saat acara peresmian Monumen Peristiwa Kudatuli di kantor DPP PDIP, Jakarta, Senin (27/7).
Dia menuturkan fokus utama prajurit seharusnya diarahkan ke peningkatan kapasitas pertahanan dan bukan mengurus ranah sipil.
"Kita membayar pajak, menggaji jenderal, menggaji perwira, menggaji prajurit untuk bertugas di pertahanan. Ya, bukan masuk ke pemerintahan sipil, bukan masuk menjadi dirjen, bukan masuk untuk mengurusi jagung, bukan masuk untuk membuka sawah," lanjutnya.
AW kemudian mengutip pesan Panglima Besar Jenderal Soedirman serta Presiden Soekarno terkait tugas TNI.
Menurutnya, para tokoh nasional itu sudah mengingatkan pentingnya menjaga integritas tentara sebagai TNI yang bebas dari kepentingan politik.
"Amanat Pak Dirman (Soedirman, red) ini diulang lagi oleh Presiden Soekarno pada 17 Agustus 1953, kata-katanya nyaris persis sama, tentara nasional, tidak terkotak-kotak, tidak terpilah-pilah, tidak boleh membawa kepentingan politik tertentu. Itu tentara yang kita inginkan," kata AW.

7 hours ago
1


































:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5310367/original/071942200_1754711095-Justin_Hubner.jpg)

:strip_icc():format(jpeg):watermark(kly-media-production/assets/images/watermarks/bola/watermark-color-landscape-new.png,1125,20,0)/kly-media-production/medias/5545933/original/045717500_1775222563-IMG_2161.jpeg)
:strip_icc():format(jpeg):watermark(kly-media-production/assets/images/watermarks/bola/watermark-color-landscape-new.png,1125,20,0)/kly-media-production/medias/4941362/original/014041800_1725973110-20240910BL_Indonesia_vs_Australia-1000_2.JPG)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5540749/original/077285200_1774800573-SnapInsta.to_657855999_18572468143056586_707926209239446155_n.jpg)





:strip_icc():format(jpeg):watermark(kly-media-production/assets/images/watermarks/bola/watermark-color-landscape-new.png,1125,20,0)/kly-media-production/medias/5542420/original/080654500_1774942824-20260330IQ_Timnas_Indonesia_vs_Bulgaria-37.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5193024/original/060543500_1745211082-dean_fc.jpg)


:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5046704/original/088175000_1733934093-Dony_Tri_Pamungkas_Cover.jpg)
:strip_icc():format(jpeg):watermark(kly-media-production/assets/images/watermarks/bola/watermark-color-landscape-new.png,1125,20,0)/kly-media-production/medias/5541349/original/073673000_1774859926-solomon_kitts.jpeg)


