AS Mengeklaim Sasar 80 Lebih Target di Iran dalam Serangan Balasan Terbaru

5 days ago 17

AS Mengeklaim Sasar 80 Lebih Target di Iran dalam Serangan Balasan Terbaru

Facebook JPNN.com LinkedIn JPNN.com Whatsapp JPNN.com Telegram JPNN.com

Ilustrasi - Situasi di Selat Hormuz menunjukkan kargo komersial dan kapal tanker minyak mentah yang berlabuh di Teluk Oman, lepas pantai Muscat, Oman, pada Minggu (21/6/2026). ANTARA/Anadolu/Shady Alassar

jpnn.com - WASHINGTON - Militer Amerika Serikat mengeklaim bahwa mereka telah melakukan serangkaian serangan balasan baru terhadap Iran.

Mereka menargetkan lebih dari 80 sasaran.

Menurut Komando Pusat AS (CENTCOM), Selasa (7/7) malam, aksi itu merupakan balasan atas serangan terbaru Iran terhadap kapal-kapal komersial yang melintasi Selat Hormuz.

"Sebagai balasan langsung atas serangan terbaru Iran terhadap kapal-kapal dagang yang melintasi Selat Hormuz," menurut pernyataan CENTCOM.

Lebih lanjut CENTCOM menyatakan menyerang target sistem pertahanan udara Iran, jaringan kontrol dan komando, situs radar pantai, kemampuan sistem rudal anti-kapal, serta lebih dari 60 perahu kecil milik Korps Garda Revolusi Iran (IRGC) di dalam dan sekitar Selat Hormuz.

Operasi militer itu bertujuan melemahkan kemampuan Iran yang terus menyerang perdagangan internasional melalui koridor perdagangan internasional, menurut CENTCOM. "Pasukan CENTCOM tetap siaga dan siap meminta pertanggungjawaban Iran jika perjanjian (gencatan senjata) tidak dipatuhi," demikian pernyataan tersebut.

Sementara itu, media Pemerintah Iran pada Rabu pagi melaporkan telah terjadi sejumlah ledakan di beberapa daerah di Iran selatan.

Sebelumnya, Selasa (7/7), Qatar memanggil wakil duta besar Iran di Doha untuk memprotes serangan Iran terhadap kapal milik Qatar, Al Rekayyat, di dekat Selat Hormuz.

AS menyasar 80 lebih target di Iran dalam serangan terbaru. Serangan itu diklaim sebagai balasan atas serangan Iran terhadap kapal-kapal di Selat Hormuz.

JPNN.com WhatsApp

Silakan baca konten menarik lainnya dari JPNN.com di Google News

Read Entire Article
Koran JPP|