Anwar Abbas: Anak Buah Prabowo Jadi Musuh dalam Selimut

6 hours ago 8

 Anak Buah Prabowo Jadi Musuh dalam Selimut

Facebook JPNN.com LinkedIn JPNN.com Whatsapp JPNN.com Telegram JPNN.com

Wakil Ketum MUI Anwar Abbas. Foto: Ricardo/JPNN.com

jpnn.com, JAKARTA - Pengamat Sosial Ekonomi dan Keagamaan, Anwar Abbas, menyoroti paradoks dalam upaya pemberantasan korupsi di era pemerintahan Presiden Prabowo Subianto. Di satu sisi, kata dia, Presiden Prabowo memiliki semangat tinggi untuk memberantas korupsi, namun di sisi lain justru anak buahnya sendiri yang terlibat dalam kasus serupa, termasuk dalam program unggulan.

Anwar mengungkapkan bahwa meskipun sudah satu tahun sembilan bulan Prabowo menjabat, praktik korupsi dinilainya belum juga menciut. Ia mengibaratkan upaya pemberantasan saat ini seperti permainan pukul tikus tanah yang dulu ada di pusat permainan.

"Yang terjadi kita lihat Prabowo seperti main pukul-muncul atau pukul tikus tanah yaitu sejenis permainan yang dulu banyak ditemukan di tempat permainan atau timezone. Begitu tikusnya muncul cepat-cepat kita pukul, tapi begitu kita pukul maka tikus di lobang lain juga muncul lagi dan begitulah seterusnya sehingga waktu Prabowo habis untuk itu," ujar Anwar dalam pernyataannya.

Dia mencatat sejumlah kasus besar yang berhasil diungkap di masa pemerintahan Prabowo, termasuk kasus korupsi tata kelola minyak mentah di Pertamina tahun 2018-2023 dengan kerugian negara ditaksir sekitar Rp193,7 triliun hingga Rp285 triliun yang dibongkar Kejagung pada Februari 2025. Selain itu, ada pula kasus korupsi pengadaan laptop Chromebook Kemendikbudristek tahun 2019-2022 dengan kerugian Rp1,98 triliun yang pengumuman tersangkanya terjadi pada September 2025.

Namun, yang menjadi sorotan utama adalah korupsi yang terjadi di internal pemerintahan Prabowo sendiri. Anwar menyebut kasus pemerasan terkait pengurusan sertifikat Keselamatan dan Kesehatan Kerja (K3) di Kementerian Ketenagakerjaan yang ditangkap KPK pada Agustus 2025, serta kasus dugaan korupsi pada Program Makan Bergizi Gratis (MBG).

Menurut Anwar, penangkapan Kepala Badan Gizi Nasional (BGN) beserta dua wakilnya oleh tim penyidik Kejaksaan Agung pada Rabu, 3 Juni 2026, menjadi bukti nyata bahwa pembantu presiden turut melakukan pelanggaran serupa. Terkait program unggulan tersebut, Anwar menyebut tindakan anak buah Prabowo sangat mengecewakan.

"Di sinilah terjadi paradoks dalam paradoks dan yang melakukan itu adalah anak buah sendiri yang dia tunjuk. Benar-benar tega itu anak buah. Menggunting dalam lipatan dan menikam dari belakang. Mereka benar-benar telah menjadi musuh dalam selimut bagi Prabowo," tegas Anwar.

Dia lantas membandingkan kondisi ini dengan kepemimpinan Presiden El Salvador, Nayib Bukele, yang dianggapnya akan tegas mengambil tindakan jika menghadapi situasi serupa.

Anwar Abbas nilai pemberantasan korupsi era Prabowo seperti main pukul tikus, justru anak buahnya sendiri yang bermasalah.

JPNN.com WhatsApp

Silakan baca konten menarik lainnya dari JPNN.com di Google News

Read Entire Article
Koran JPP|