jpnn.com, SURABAYA - Stadion Gelora Bung Tomo (GBT) kembali menjadi panggung emosional bagi Andik Vermansah. Mantan idola publik Surabaya itu harus menghadapi klub yang pernah membesarkan namanya, kali ini bukan sebagai pemain Persebaya, melainkan kapten Garudayaksa FC.
Tekanan besar mengiringi langkah Andik. Untuk pertama kalinya di Super League 2026/27, winger berusia 34 tahun itu dipercaya tampil sebagai starter sekaligus mengenakan ban kapten.
Yang membuat situasi semakin berat, Andik harus menjalani laga tersebut di hadapan puluhan ribu Bonek.
Andik bahkan mengaku tidak bisa tidur nyenyak pada malam sebelum pertandingan. Laga melawan Persebaya menjadi tantangan besar setelah dirinya sempat tiga tahun bermain di kasta kedua.
"Jujur, semalam saya susah tidur. Ini salah satu tantangan sangat berat buat saya," kata Andik seusai pertandingan.
Namun, kegugupan itu perlahan berubah menjadi motivasi. Andik mampu melewati tekanan sepanjang pertandingan dan membantu Garudayaksa membawa pulang satu poin dari markas Bajul Ijo.
Drama terjadi pada menit-menit akhir. Persebaya yang tampil di kandang sendiri sempat berada di ambang kemenangan setelah Alex Martins mencetak gol pada menit ke-85.
Akan tetapi, keunggulan tersebut hanya bertahan empat menit. Al Hamra Hehanussa membuat GBT terdiam setelah mencetak gol penyama kedudukan pada menit ke-89.

4 hours ago
1




















































