Ali Rif'an soal Kontroversi Film Pesta Babi: Jaga Stabilitas Bangsa

5 hours ago 2

 Jaga Stabilitas Bangsa

Facebook JPNN.com LinkedIn JPNN.com Whatsapp JPNN.com Telegram JPNN.com

Direktur Eksekutif Arus Survei Indonesia (ASI) Ali Rif'an. Foto: dokumentasi pribadi

jpnn.com, JAKARTA - Direktur Eksekutif Arus Survei Indonesia (ASI) Ali Rif'an memberikan tanggapan terkait polemik yang berkembang di tengah masyarakat mengenai film Pesta Babi.

Menurutnya, setiap karya seni dan produk budaya memang memiliki ruang untuk menyampaikan kritik sosial, tetapi tetap harus memperhatikan etika, dampak sosial, dan kepentingan yang lebih besar bagi bangsa dan negara.

Ali menegaskan bahwa di tengah berbagai tantangan yang dihadapi Indonesia saat ini, seluruh elemen masyarakat perlu menjaga optimisme terhadap masa depan bangsa.

Dia mengajak publik untuk mendukung berbagai upaya pemerintah dalam membangun negara dan menyelesaikan persoalan-persoalan yang dihadapi masyarakat.

“Sebagai bangsa, kita harus tetap menjaga optimisme. Presiden dan pemerintah tentu sedang mengupayakan yang terbaik untuk kepentingan rakyat dan negara. Karena itu, energi kita sebaiknya diarahkan untuk mendukung kemajuan bangsa, bukan justru memperbesar kegaduhan yang dapat memicu perpecahan di tengah masyarakat,” ujar Ali.

Lebih lanjut, Ali menekankan bahwa stabilitas politik dan keamanan merupakan modal penting bagi keberlangsungan pembangunan nasional.

Menurutnya, situasi politik yang kondusif akan memberikan ruang bagi pemerintah dan masyarakat untuk bekerja sama dalam menghadapi berbagai tantangan ekonomi, sosial, maupun global.

“Kita harus merawat stabilitas politik dan keamanan. Jangan sampai muncul narasi-narasi yang justru memperkeruh suasana atau menciptakan kegaduhan yang tidak produktif. Kritik tentu penting dalam demokrasi, tetapi harus disampaikan secara bertanggung jawab dan tetap mengedepankan kepentingan bangsa,” katanya.

Direktur Eksekutif ASI Ali Rif'an mengajak masyarakat menjaga stabilitas bangsa di tengah kontroversi film Pesta Babi.

JPNN.com WhatsApp

Silakan baca konten menarik lainnya dari JPNN.com di Google News

Read Entire Article
Koran JPP|