jpnn.com, JAKARTA - Anggota Komisi A DPRD DKI Jakarta William Aditya Sarana meminta Gubernur DKI Jakarta Pramono Anung untuk menghentikan pembangunan dua krematorium di Kalideres, Jakarta Barat
Politikus Partai Solidaritas Indonesia (PSI) itu telah melayangkan surat resmi kepada Gubernur Pramono untuk menghentikan paksa proyek tersebut.
Menurut William, proyek itu melanggar aturan. Sebab, krematorium itu berdiri di tengah wilayah padat penduduk.
"Kami baru saja mengirimkan surat kepada Mas Pram yang memohon agar pembangunan 2 krematorium yang terletak di Kecamatan Kalideres segera dihentikan," kata William di Jakarta, Sabtu (28/2/2026).
Adapun surat William dengan Nomor 040/DPRD/F-PSI/B/II/2026 tertanggal 25 Februari 2026 perihal "Tindak Lanjut Aduan Masyarakat terkait Pembangunan Krematorium di Kecamatan Kalideres" sudah diterima oleh Penerima Surat Biro Kepala Daerah Sekretaris Daerah (Setda) Provinsi DKI Jakarta.
William menilai permasalahan ini makin mendesak karena aktivitas dalam proyek pembangunan krematorium yang dipermasalahkan masih berjalan, kendati Wali Kota Jakarta Barat Iin Mutmainnah telah memerintahkan penghentiannya.
Menurut dia, pengaduan tersebut dilakukan dalam rangka menjalankan tugas sebagai perwakilan masyarakat yang makin resah terhadap perkembangan di lapangan dan masalah ini belum menemukan titik terangnya.
Apalagi, dia melihat indikasi bahwa pihak yang membangun krematorium itu tidak punya iktikad baik dan menyelesaikan persoalannya dengan warga.

1 week ago
14





















































