jpnn.com, GARUT - Gubernur Jawa Barat, Dedi Mulyadi memberikan perhatian khusus terhadap insiden pemotongan rambut secara paksa terhadap belasan siswa oleh seorang guru Bimbingan Konseling (BK) di SMK Negeri 2 Garut.
Insiden tersebut menuai reaksi warganet di media sosial.
Mereka menyayangkan adanya tindakan pemotongan rambut secara paksa oleh guru BK.
Adapun pemotongan ini dilakukan terhadap belasan siswi yang melanggar aturan karena mengecat rambut.
Namun, ada juga sejumlah warganet yang menyatakan tidak setuju terhadap langkah guru BK, karena belasan siswi itu menggunakan hijab.
Dedi mengatakan, dirinya sudah bertemu langsung dengan para siswi beserta orang tua mereka untuk mendengarkan kronologi mengenai kejadian secara mendalam.
Selain itu, Dedi juga sudah memfasilitasi 18 siswi melalui guru BK untuk merapikan kembali rambut mereka di salon.
"Kemarin orang tua siswanya sudah ketemu saya, siswanya sudah ketemu. Jumlah semuanya 18 orang, sudah selesai. Kemarin sudah saya kirim mereka ke salon untuk merapikan rambut semuanya," kata Dedi di Kota Bandung, Rabu (6/5).

4 hours ago
1




















































