Tolak Rencana Kenaikan Harga BBM Bersubsidi, Mulyanto Minta Pemerintah Rasionalisasi Belanja Non-Prioritas

1 day ago 10

Tolak Rencana Kenaikan Harga BBM Bersubsidi, Mulyanto Minta Pemerintah Rasionalisasi Belanja Non-Prioritas

Facebook JPNN.com LinkedIn JPNN.com Whatsapp JPNN.com Telegram JPNN.com

Ketua Majelis Pertimbangan Pusat (MPP) PKS Mulyanto. Dokumentasi pribadi

jpnn.com, JAKARTA - Ketua Majelis Pertimbangan Pusat (MPP) PKS Mulyanto menolak rencana pemerintah menaikkan harga bahan bakar minyak (BBM) bersubsidi, karena akan menekan daya beli masyarakat serta memicu inflasi.

Hal demikian dikatakan Mulyanto menyikapi pernyataan Menteri Keuangan (Menkeu) Purbaya Yudhi Sadewa untuk membuka opsi menaikkan harga bahan bakar minyak (BBM) bersubsidi.

"Kebijakan ini tentu akan menyulitkan masyarakat, karenanya harus dihindari pemerintah," kata dia melalui layanan pesan, Minggu (8/3).

Diketahui, opsi menaikkan BBM dibuka menyusul melonjaknya harga minyak dunia akibat konflik Iran vs Amerika Serikat (AS)-Israel.

Mulyanto menyebut pemerintah perlu membeberkan rencana penyesuaian kebijakan fiskal secara terbuka dan transparan demi mencegah menaikkan BBM bersubsidi seperti solar dan pertalite.

Kemudian, kata eks anggota Komisi Energi DPR RI periode 2019-2024 itu, pemerintah perlu menyesuaikan kembali pengaluaran tak tepat sasaran untuk mencegah harga BBM dinaikkan.

"Pemerintah mesti meninjau dan menyesuaikan kembali pos-pos pengeluaran anggaran yang tidak tepat sasaran atau tidak efisien," lanjutnya.

Menurut dia, sudah semestinya pemerintah melakukan rasionalisasi dan realokasi belanja negara yang tidak prioritas. 

Ketua MPP PKS Mulyanto menyebut pemerintah perlu menyesuaikan pengaluaran tak tepat sasaran demo mencegah menaikkan harga BBM subsidi.

JPNN.com WhatsApp

Silakan baca konten menarik lainnya dari JPNN.com di Google News

Read Entire Article
Koran JPP|