jpnn.com - Perjalanan mudik yang menempuh ratusan hingga ribuan kilometer setiap musim Lebaran tak hanya menguras tenaga pengemudi, tetapi juga “menggerus” kondisi kendaraan.
Sayangnya, setelah tiba di tujuan atau kembali ke rumah, banyak pemilik mobil justru mengabaikan dampak keausan yang terjadi selama perjalanan panjang tersebut.
Pakar otomotif dari Institut Teknologi Bandung, Yannes Martinus Pasaribu, mengingatkan bahwa perjalanan lebih dari 500 kilometer—terlebih dengan muatan berlebih—mempercepat ausnya sejumlah komponen vital.
Bagian yang paling terdampak umumnya adalah ban, sistem pengereman, dan kaki-kaki kendaraan.
Ban menjadi komponen yang paling “bekerja keras” selama mudik.
Tekanan yang tidak stabil, suhu jalan yang panas, serta beban berat membuat permukaan ban rentan aus tidak merata, bahkan memicu retakan halus hingga benjolan.
Kondisi itu kerap luput dari perhatian, padahal berisiko langsung terhadap keselamatan berkendara.
Hal serupa terjadi pada sistem pengereman.

7 hours ago
4





















































