jpnn.com, KABUPATEN BANJAR - Menteri Kehutanan (Menhut) Raja Juli Antoni meninjau langsung penanganan kebakaran hutan dan lahan atau karhutla di Kabupaten Banjar, Kalimantan Selatan (Kalsel), pada Minggu (23/8).
Dalam kunjungan itu, Raja Juli menyoroti karakteristik lahan di Kabupaten Banjar yang perlu diperhatikan ketika karhutla setempat sudah dipadamkan.
Raja Juli menyebut karakter lahan gambut membuat proses pemadaman harus dilakukan secara menyeluruh. Menurut dia, api di lahan gambut harus benar-benar dipadamkan.
"Ini daerah gambut. Memang tidak ada api di atas, tapi dari bawah masih ada asap. Oleh karena itu, pekerjaan ini harus dilakukan secara detail agar tidak ada muncul api lagi," kata Raja Juli melalui keterangan persnya.
Eks Plt Wakil Kepala Otorita Ibu Kota Nusantara (IKN) itu menuturkan lokasi yang ditinjau di Kabupaten Banjar, Kalsel, itu berada di area nonkawasan yang berbatasan dengan hutan lindung. Adapun area yang terbakar diperkirakan mencapai 36 hektare.
Menteri Raja Juli menyebut kondisi area panas atau hotspot di Kalsel secara total sempat mengalami penurunan signifikan.
Merujuk data Sistem Informasi Peringatan dan Deteksi Dini Pengendalian Kebakaran Hutan (SiPongi) Kemenhut, Raja Juli memerincijumlah hotspot pada 21 Agustus 2026 mencapai 157 titik, kemudian turun menjadi sebelas area pada 22 Agustus 2026 pukul 21.00 WIB.
Namun, berdasarkan pemantauan pagi hari ini pukul 06.00 hari ini, jumlahnya kembali meningkat menjadi 44 titik. “Dari 157 turun menjadi sebelas, hari ini (naik menjadi) 44,” kata Raja Juli.

6 days ago
17









































:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5565946/original/060695200_1777098813-lemos.jpg)











