jpnn.com, PANDEGLANG - Tim SAR gabungan menyisir lagi kawasan daratan dari pesisir Carita hingga pantai Anyer, Kabupaten Pandeglang, Banten guna menindaklanjuti setiap potensi ditemukannya keberadaan jurnalis dan kru kapal yang hilang pada hari ke-10 operasi SAR, Kamis.
Kepala Seksi Operasi Kantor SAR Banten Rizky Dwianto di Posko Utama SAR Gabungan, Pantai Carita menyampaikan bahwa penyisiran darat dilakukan seiring verifikasi lapangan terhadap berbagai informasi laporan dari masyarakat.
"Penyisiran darat tetap kami lakukan di sepanjang pesisir Carita sampai ke Pantai Anyer, termasuk untuk menindaklanjuti laporan masyarakat terkait dugaan penemuan jenazah, yang setelah sebelumnya ditelusuri hasilnya nihil," kata dia.
Rizky memaparkan bahwa pemetaan pencarian pada hari ke-10 ini difokuskan secara merata di sepuluh sektor yang telah dibagi, karena seluruh area tersebut memiliki probabilitas sebagai jalur pergeseran fisik kapal cepat KM Arupadatu I maupun kedelapan penumpangnya.
Tim SAR gabungan diarahkan untuk selalu memperbarui siaran e-broadcast bekerja sama dengan Vessel Traffic Services (VTS) untuk memantau lalu lintas kapal niaga yang menyeberang di Selat Sunda.
Meskipun laporan e-broadcast dari kapal melintas belum mengonfirmasi adanya temuan baru, dia memastikan bahwa pemantauan informasi dari pengguna jasa pelayaran tetap diprioritaskan.
Operasi ini juga menyiagakan satu unit helikopter HR-3601 Basarnas di Lanud Atang Sendjaja (ATS) Bogor, Jawa Barat, dan siap dikerahkan jika diperlukan.
"Ya, kami upayakan semuanya. Basarnas memastikan seluruh jalur komunikasi dan tindakan penyisiran, baik di darat, laut, maupun udara, dioptimalkan hingga seluruh potensi titik terang dapat terverifikasi," kata dia.

5 hours ago
6





















































