jpnn.com, JAKARTA - Keberadaan dan operasional Pembangkit Listrik Tenaga Panas Bumi (PLTP) Lahendong di Kota Tomohon, Sulawesi Utara dinilai tidak memberikan dampak negatif terhadap keberadaan maupun kelestarian situs Waruga yang merupakan bagian penting dari warisan budaya masyarakat Minahasa.
Waruga merupakan situs peninggalan budaya masyarakat Minahasa berupa peti kubur batu yang menjadi bagian dari sejarah dan tradisi masyarakat pada masa lalu.
Keberadaannya hingga kini tetap dijaga sebagai warisan budaya masyarakat Minahasa.
Ketua Lembaga Adat Kebudayaan Tombulu (LAKT) "Tawaang" Kota Tomohon, Ibrahim Ratulangi Tular menegaskan bahwa keberadaan PLTP tidak perlu dipertentangkan dengan upaya pelestarian situs budaya.
Menurutnya, operasional pembangkit panas bumi dapat berjalan berdampingan dengan pelestarian sekitar 100 Waruga yang tersebar di Tomohon.
"Sebagai warisan budaya yang sangat penting bagi masyarakat Minahasa tentu kelestariannya harus terus dijaga. Namun, kita juga perlu melihat persoalan ini secara objektif berdasarkan kondisi di lapangan. Kehadiran dan operasional PLTP tidak memberikan pengaruh negatif terhadap keberadaan maupun kelestarian situs Waruga,” ujar Ibrahim dalam keterangannya Kamis (17/9/2026).
Dia menambahkan aspek kelestarian lingkungan dan alam menjadi bagian penting dalam operasional pembangkit panas bumi.
Aktivitas PLTP Lahendong dilakukan dengan memperhatikan kondisi lingkungan sekitar serta ketentuan yang berlaku.

3 hours ago
1





















































