jpnn.com - TEHERAN - Mohammad Baqer Zolqadr, penasihat politik Pemimpin Tertinggi Iran Mojtaba Khamenei, mengatakan bahwa negaranya tidak akan membuka kembali Selat Hormuz selama Presiden Amerika Serikat Donald Trump dan Perdana Menteri Israel Benjamin Netanyahu masih berkuasa.
“Para pejuang kami tidak akan membuka Selat Hormuz sampai Trump yang kriminal dan Netanyahu yang haus darah diturunkan dari kursi kekuasaan mereka. Ini merupakan tahap pertama pembalasan bangsa Iran,” kata Zolqadr seperti dikutip kantor berita ISNA.
Pada 28 Februari, Amerika Serikat dan Israel melancarkan serangan terhadap sejumlah sasaran di Iran. Kemudian dibalas Iran dengan serangan terhadap sasaran di pihak AS dan Israel.
Pada pertengahan Juni, Iran dan AS menandatangani nota kesepahaman mengenai penghentian permusuhan. Namun, tak lama kemudian, permusuhan kembali berlangsung.
Saat ini, konflik tersebut belum terselesaikan. Namun, kedua pihak tidak sedang terlibat dalam pertempuran aktif, sementara AS mengandalkan tekanan ekonomi.
Eskalasi konflik tersebut hampir sepenuhnya menghentikan pelayaran melalui Selat Hormuz, yang merupakan jalur pasokan penting bagi minyak global, produk minyak bumi, dan gas alam cair.
Akibatnya, harga bahan bakar meningkat di sebagian besar negara. (antara/jpnn)

1 hour ago
1





















































