SEI Ungkap Dampak Kebijakan Batu Bara Bahlil: Pasokan Tersendat, Listrik Mengalami Gangguan

3 hours ago 2

 Pasokan Tersendat, Listrik Mengalami Gangguan

Facebook JPNN.com LinkedIn JPNN.com Whatsapp JPNN.com Telegram JPNN.com

Sentinel Energy Indonesia (SEI) mengkritik keras pernyataan Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) Bahlil Lahadalia terkait jaminan keamanan pasokan batubara nasional. Foto: source for jpnn

jpnn.com, JAKARTA - Sentinel Energy Indonesia (SEI) mengkritik keras pernyataan Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) Bahlil Lahadalia terkait jaminan keamanan pasokan batubara nasional.

SEI menilai klaim pemerintah yang menyebut gangguan listrik hanya masalah teknis operasional tidak sesuai dengan kondisi riil di lapangan.

Menurut SEI, sistem kelistrikan Jawa, Madura, dan Bali (Jamali) saat ini justru tengah menghadapi tekanan serius akibat penurunan Hari Operasi Pembangkit (HOP) di sejumlah PLTU yang sudah mendekati batas minimum operasional.

Penurunan HOP tersebut bukan lagi sekadar indikator teknis, melainkan sinyal nyata bahwa stok batubara di sejumlah pembangkit berada dalam kondisi tertekan akibat tersendatnya pasokan dari hulu hingga logistik distribusi.

SEI menegaskan bahwa akar persoalan utama berada pada perubahan kebijakan Rencana Kerja dan Anggaran Biaya (RKAB) batubara nasional di bawah kewenangan Kementerian ESDM yang dipimpin Bahlil Lahadalia, terutama perubahan skema produksi dan ketidakpastian persetujuan yang berjalan di sektor hulu.

Dalam skema sebelumnya, produksi batubara nasional berada pada jalur perencanaan jangka menengah yang relatif stabil di kisaran 900 juta ton per tahun. Namun kemudian ditekan menjadi sekitar 600 juta ton pada 2026 dengan alasan penyesuaian pasar global, yang menurut SEI tidak diiringi kesiapan implementasi di lapangan.

Perubahan drastis tersebut telah menciptakan ketidakpastian luas di sektor hulu, mulai dari perencanaan produksi, investasi alat berat, hingga kontrak jangka panjang dengan pembangkit, sehingga mengganggu kesinambungan pasokan ke PLTU.

Keterlambatan dan ketidakpastian persetujuan RKAB yang baru terealisasi sekitar 580 juta ton pada awal tahun berjalan disebut SEI telah secara langsung menyebabkan tersendatnya aliran batubara ke PLTU, dan menurunkan level HOP di berbagai titik strategis sistem kelistrikan Jawa, Madura, dan Bali.

SEI mengkritik keras pernyataan Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) Bahlil Lahadalia terkait jaminan keamanan pasokan batubara nasional.

JPNN.com WhatsApp

Silakan baca konten menarik lainnya dari JPNN.com di Google News

Read Entire Article
Koran JPP|