jpnn.com, JAKARTA - Sebanyak 2.400 lebih sekolah dan madrasah telah menerima manfaat pelatihan melalui program Nutrition Goes to School (NGTS) dalam satu dekade terakhir.
Selain menjangkau ribuan satuan pendidikan, lebih dari 3.500 pendidik dan kepala sekolah tercatat telah mengikuti pelatihan NGTS.
Direktur SEAMEO RECFON, Prof. Dr. dr. Rini Sekartini mengungkapkan program yang diinisiasi SEAMEO RECFON sejak 2016 itu dikembangkan untuk menjawab tantangan gizi anak sekolah dan remaja di Indonesia.
NGTS lahir dari keyakinan bahwa kesehatan dan kecukupan gizi menjadi salah satu prasyarat penting agar anak dapat mengikuti proses pembelajaran secara optimal.
“Anak tidak dapat belajar dengan optimal apabila kesehatan dan gizinya tidak mendukung,” kata Rini dalam peringatan 10 tahun perjalanan Nutrition Goes to School pada National Symposium 70th Antarbudaya AFS di Kantor Kemendikdasmen, Minggu (23/8).
Sebagai praktisi kesehatan anak dan kesehatan masyarakat, Prof. Rini menilai pemenuhan gizi tidak hanya dibutuhkan anak untuk bertahan hidup.
Lebih jauh, gizi merupakan investasi untuk mendukung tumbuh kembang, aktivitas, hingga membentuk individu yang sehat dan produktif saat dewasa.
“Gizi bukan hanya untuk bertahan hidup, tapi adalah investasi masa depan untuk dia bertumbuh, berkembang, dan beraktivitas, dan pada akhirnya menjadi dewasa yang sehat dan produktif,” ujarnya.

5 days ago
5










































:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5565946/original/060695200_1777098813-lemos.jpg)










