Rusia Menuding Pendiri Telegram Pavel Durov Membantu Aktivitas Teroris

8 hours ago 3

Rusia Menuding Pendiri Telegram Pavel Durov Membantu Aktivitas Teroris

Facebook JPNN.com LinkedIn JPNN.com Whatsapp JPNN.com Telegram JPNN.com

Polisi menutup area sementara penyelidikan aksi terorisme. (Reuters: Johanna Geron)

jpnn.com - Nama Pavel Durov kembali jadi sorotan. Pendiri Telegram itu dilaporkan tengah berada dalam pusaran penyelidikan pidana oleh pemerintah Rusia.

Pavel Durov dituding dengan dugaan membantu aktivitas teroris hingga membuka ruang bagi operasi intelijen asing.

Sejumlah media milik negara Rusia menuduh platform buatan Durov dimanfaatkan untuk mendukung serangan terhadap kepentingan Rusia, bahkan disebut menjadi alat komunikasi bagi Ukraina dan negara Barat.

Tuduhan itu muncul hanya beberapa hari setelah pemerintah Rusia memblokir akses Telegram di dalam negeri, bersamaan dengan WhatsApp.

Langkah pemblokiran justru memicu paradoks. Sejumlah kalangan pro-Rusia menilai kebijakan tersebut berpotensi mengganggu operasi militer di garis depan.

Lantaran Telegram selama ini dipakai tentara untuk koordinasi lapangan.

Di wilayah perbatasan, otoritas lokal juga memanfaatkannya sebagai kanal peringatan dini terhadap serangan drone dan rudal.

Pejabat Kremlin sendiri, bahkan disebut menggunakan Telegram untuk berkomunikasi dengan media.

Nama Pavel Durov kembali jadi sorotan. Pendiri Telegram itu dilaporkan tengah berada dalam pusaran penyelidikan pidana oleh pemerintah Rusia.

JPNN.com WhatsApp

Silakan baca konten menarik lainnya dari JPNN.com di Google News

Read Entire Article
Koran JPP|