jpnn.com, JAKARTA - Kasus penyakit tidak menular (PTM) seperti diabetes, hipertensi, dan obesitas terus meningkat, bahkan kini mulai menyerang usia muda.
Kementerian Kesehatan Republik Indonesia mencatat PTM menjadi penyebab utama kematian di Indonesia, mencapai 71 persen dari seluruh kematian yang tercatat. Kondisi ini membuat kebutuhan akan dokter spesialis penyakit dalam semakin penting.
Rektor Universitas Katolik Indonesia (Unika) Atma Jaya saat ini adalah Prof. Dr. dr. Yuda Turana, Sp.S(K). mengatakan melihat kebutuhan tersebut, kampus menghadirkan program studi spesialis penyakit dalam di bawah Fakultas Kedokteran dan Ilmu Kesehatan (FKIK).
Program ini resmi berdiri sejak 15 Januari 2026 berdasarkan SK Kementerian Pendidikan Tinggi, Sains, dan Teknologi Republik Indonesia.
Prof. Yuda menyatakan salah satu kekuatan utama program tersebut ada pada tenaga pengajarnya.
Departemen Penyakit Dalam FKIK Unika Atma Jaya didukung oleh dokter dari berbagai subspesialis, seperti ginjal hipertensi, gastroenterohepatologi, kardiovaskular, geriatri, endokrin metabolik & diabetes, tropik infeksi, hingga alergi imunologi.
“Dengan latar belakang pendidikan dan pengalaman yang beragam, para pengajar ini membawa perspektif klinis yang komprehensif dalam proses pembelajaran,” ungkap Prof. Yuda dalam keterangnnya, Jumat (1/5).
Pendekatan Belajar dari Kasus Nyata

3 hours ago
2




















































