Rupiah Mata Uang Terlemah Kelima di Dunia, Ekonom: Fondasi Ekonomi Rapuh

5 hours ago 1

 Fondasi Ekonomi Rapuh

Facebook JPNN.com LinkedIn JPNN.com Whatsapp JPNN.com Telegram JPNN.com

KForbes Advisor pada April 2026 menempatkan rupiah sebagai mata uang terlemah kelima di dunia berdasarkan nilai tukarnya terhadap dolar Amerika Serikat atau USD. Foto: Ricardo/JPNN

jpnn.com, JAKARTA - Ekonom dan Pakar Kebijakan Publik UPN Veteran Jakarta Achmad Nur Hidayat menyampaikan Forbes Advisor pada April 2026 menempatkan rupiah sebagai mata uang terlemah kelima di dunia berdasarkan nilai tukarnya terhadap dolar Amerika Serikat atau USD.

Kurs rupiah bahkan sempat menyentuh kisaran Rp 17.400 per USD, level terburuk dalam sejarah modern Indonesia.

Di saat yang sama, mata uang Kuwait, dinar Kuwait, tetap menjadi mata uang paling bernilai di dunia. Satu dinar Kuwait bernilai lebih dari USD 3. 

“Perbedaan ini bukan sekadar soal nominal mata uang, melainkan refleksi dari kualitas pengelolaan ekonomi dan kepercayaan global terhadap suatu negara,” ungkap Achmad dikonfirmasi JPNN.com, Senin (11/4). 

Dia menyebut Indonesia hari ini sedang menghadapi persoalan yang lebih dalam dibanding sekadar fluktuasi kurs. 

"Sebab, pelemahan rupiah adalah alarm bahwa fondasi ekonomi nasional masih rapuh," kata dia.

Ketika Rupiah Menjadi Cermin Kepercayaan

Achmad menjelaskan nilai tukar pada dasarnya adalah ukuran kepercayaan. Makin kuat kepercayaan dunia terhadap ekonomi suatu negara, semakin kuat pula mata uangnya. 

Forbes Advisor pada April 2026 menempatkan rupiah sebagai mata uang terlemah kelima di dunia berdasarkan nilai tukarnya terhadap dolar Amerika Serikat atau USD.

JPNN.com WhatsApp

Silakan baca konten menarik lainnya dari JPNN.com di Google News

Read Entire Article
Koran JPP|