jpnn.com, JAKARTA - Rivalitas politik tidak boleh menumbuhkan benih-benih instabilitas negara dan jalannya pemerintahan.
Maka, siapa saja yang melakoni rivalitas itu tidak menungganginya dengan tindakan atau aksi teror dan intimidasi terhadap prinsip kebebasan berpendapat yang sudah menjadi kesepakatan bersama.
Akhir-akhir ini, rivalitas para aktor politik tampak tidak sehat dan berbahaya karena destruktif terhadap stabilitas negara dan jalannya pemerintahan.
Pijakan untuk mengatakan bahwa rivalitas politik itu sudah sangat berbahaya adaah proses pengungkapan kasus penyiraman air keras terhadap aktivis kontras, dan yang tidak kalah pentingnya adalah reaksi dan pernyataan resmi Presiden Prabowo Subianto dalam menyikapi kasus itu.
Melalui pernyataan resmi dan terbuka, dua institusi negara mengumumkan bahwa pelaku teror itu teridentifikasi sebagai empat oknum dari sebuah institusi negara yang selalu bertindak dan bekerja berdasarkan perintah atasan.
Presiden Prabowo pun mengutuk aksi teror itu, serta mendesak dilakukannya pengusutan tuntas.
Reaksi dan penyikapan Presiden seperti itu adalah keniscayaan.
Presiden melihat dan tentu merasakan adanya kelompok kekuatan yang ingin merusak dan meruntuhkan reputasi serta kredibilitas pemerintahannya.

6 hours ago
4





















































