jpnn.com - Indonesia berhasil menembus peringkat empat dunia dalam sektor ekonomi syariah global. Namun, capaian tersebut dinilai belum cukup.
Pengusaha nasional berdarah Palembang Arsjad Rasjid menegaskan Indonesia memiliki seluruh modal untuk menjadi pemimpin ekonomi halal dunia.
Hal itu disampaikan Arsjad saat memberikan kuliah umum di Fakultas Ekonomi dan Bisnis Islam UIN Raden Fatah Palembang.
Di hadapan mahasiswa dan akademisi, dia mengajak seluruh pemangku kepentingan memperkuat ekosistem ekonomi syariah secara bersama-sama.
"Indonesia memiliki potensi luar biasa. Dengan jumlah penduduk muslim terbesar di dunia dan posisi geografi yang strategis. Kita seharusnya bisa menjadi nomor satu ekonomi halal global," sampai Arsjad, Rabu (10/6/2026).
Mengacu pada State ofr the Global Islamic Economy Report 2025/2026, nilai ekonomi halal dunia mencapai USD 2,6 triliun pada 2024 dan diproyeksikan meningkat menjadi USD 3,56 triliun pada 2029.
Meski pasar terus tumbuh pesat, posisi Indonesia dalam Global Islamic Ekonomi Indicator (GIEI) masih berada di peringkat keempat di bawah Malaysia, Ini Emirat Arab dan Arab Saudi.
Menurut Arsjad, pencapaian yang lebih tinggi hanya dapat diraih melalui kolaborasi seluruh elemen bangsa.

4 hours ago
1
















































.jpeg)




:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5495504/original/079773400_1770373061-Ze_Valente.jpg)