Rembuk Tani Pupuk Indonesia, Menko Zulhas: Alhamdulillah, Petani Senang

3 hours ago 4

 Alhamdulillah, Petani Senang

Facebook JPNN.com LinkedIn JPNN.com Whatsapp JPNN.com Telegram JPNN.com

Menteri Koordinator Bidang Pangan, Zulkifli Hasan mengungkapkan penyaluran pupuk bersubsidi di Provinsi Aceh berjalan lancar dan memberikan dampak positif. Foto: Pupuk Indonesia

jpnn.com, ACEH BARAT - Menteri Koordinator Bidang Pangan, Zulkifli Hasan mengungkapkan penyaluran pupuk bersubsidi di Provinsi Aceh berjalan lancar dan memberikan dampak positif bagi sektor pertanian.

Menurut dia, kelancaran distribusi pupuk tersebut membuat petani semakin optimistis karena mampu mendukung peningkatan produktivitas pertanian.

“Alhamdulillah, petaninya senang, pupuk lancar, produksi kita naik,” kata Menko Zulkifli Hasan saat menghadiri kegiatan “Rembuk Tani Pupuk Indonesia” di Kabupaten Aceh Besar, Sabtu (13/6).

Pria yang akrab disapa Menko Zulhas itu menambahkan keberhasilan sektor pertanian Aceh saat ini tidak terlepas dari langkah cepat pemerintah dalam melakukan pemulihan dan rehabilitasi lahan pertanian yang terdampak banjir dan longsor di sejumlah wilayah Pulau Sumatera, termasuk Aceh.

Itu berkat upaya tersebut, lahan pertanian kini kembali produktif dan mampu menghasilkan panen yang baik.

Menko Zulhas menegaskan bahwa setelah rehabilisasi ketersediaan pupuk yang memadai menjadi salah satu faktor penting dalam menjaga dan meningkatkan produktivitas pangan di Aceh.

Oleh karena itu, Presiden memberikan arahan khusus agar distribusi pupuk di lapangan tidak mengalami keterlambatan.

Lebih lanjut, Dia juga mengajak para petani untuk memanfaatkan hasil perbaikan tata kelola pupuk bersubsidi yang telah dilakukan pemerintah.

Berbagai penyederhanaan kebijakan telah diterapkan sehingga akses petani terhadap pupuk bersubsidi menjadi lebih mudah dan cepat.

“Pergunakan momentum (kelancaran penyaluran pupuk bersubsidi, Red) ini sebaik-baiknya untuk membuat petani kita lebih sejahtera,” tegasnya.

Sementara, salah satu bentuk keberpihakan pemerintah kepada petani adalah penurunan Harga Eceran Tertinggi (HET) pupuk bersubsidi hingga 20 persen.

Kebijakan tersebut dimungkinkan karena meningkatnya efisiensi kinerja Pupuk Indonesia, yang bahkan tetap mampu melakukan pembangunan pabrik-pabrik baru tanpa menambah anggaran subsidi.

“Penurunan HET ini karena ada perubahan skema subsidi dari cost plus menjadi mark to market. Ini berkat dukungan dari Pupuk Indonesia,” jelas Menko Zulhas.

Dengan distribusi pupuk yang semakin lancar, harga yang lebih terjangkau, serta dukungan pemerintah terhadap sektor pertanian, diharapkan produktivitas pertanian nasional terus meningkat dan kesejahteraan petani semakin terwujud.

Di tempat yang sama Direktur Manajemen Risiko Pupuk Indonesia, Ninis K Adriani menyampaikan terima kasih atas dukungan Pemerintah terhadap kinerja Pupuk Indonesia dalam menyalurkan pupuk bersubsidi lebih efisien.

Kemudahan-kemudahan yang diberikan Pemerintah untuk petani, ungkapnya, menjadikan penyerapan pupuk bersubsidi lebih optimal.

Hingga 11 Juni 2026, secara nasional Pupuk Indonesia telah menyalurkan 4.374.633 ton atau 44,4 persen dari total alokasi 2026.

Menteri Koordinator Bidang Pangan, Zulkifli Hasan mengungkapkan penyaluran pupuk bersubsidi di Provinsi Aceh berjalan lancar dan memberikan dampak positif.

JPNN.com WhatsApp

Silakan baca konten menarik lainnya dari JPNN.com di Google News

Read Entire Article
Koran JPP|