jpnn.com, BANDUNG - Puluhan Kepala Keluarga (KK) di Desa Pasirlangu, Kecamatan Cisarua, Kabupaten Bandung, masih menunggu janji pemerintah yang akan merelokasi kediamannya, pascainsiden longsor, akhir Januari 2026.
Dalam peristiwa tersebut, sebanyak 83 orang meninggal dunia dengan 158 warga terdampak. Rumah-rumah warga pun ikut tertimbun material longsor.
Kepala Desa Pasirlangu, Nur Awaludi Lubis mengatakan, hingga hari ini belum ada kejelasan dari pemerintah daerah ke mana warga akan direlokasi.
Mereka sekarang banyak yang mengontrak rumah atau ikut ke sanak saudara untuk sementara waktu.
"Belum. Ini karena terhalang masa Lebaran, sehingga relokasi dari pihak kabupaten masih cari. Kalau rumah, tanah memang sudah ada survei-survei," kata Nur, Selasa (24/3/2026).
Menurutnya hingga saat ini warga masih mendapatkan uang kompensasi untuk sementara dari pemerintah daerah sekitar Rp10 juta, rinciannya Rp6 juta untuk biaya makan dan Rp4 juta untuk sewa rumah. Total ada 32 rumah yang mendapat bantuan sesuai data.
"Ada yang ngontrak, ada yang di rumah saudaranya. Karena pemerintah sudah menyalurkan bentuk kompensasi, istilahnya (uang) kadeudeuh di Jawa Barat. Mudah-mudahan sambil menunggu relokasi itu, bermanfaat juga uang 10 juta dari Pak Gubernur," ucapnya.
Lebih lanjut, ia menekankan bahwa mayoritas warga Pasirlangu merupakan petani, sehingga kebutuhan mendesak saat ini adalah perbaikan infrastruktur pertanian guna mendukung pemulihan ekonomi masyarakat.

4 hours ago
6





















































