jpnn.com, JAKARTA - Pakar Ekonomi sekaligus Managing Director Political Economy and Policy Studies (PEPS), Anthony Budiawan menilai Indonesia saat ini terlena dengan narasi kekuatan ekonomi, yang dianggap tidak sesuai fakta.
Pemerintah acapkali mendengungkan cadangan devisa mencapai USD 150 miliar dan struktur utang jangka panjang membuat posisi Indonesia aman.
Namun, Anthony menegaskan anggapan tersebut menyesatkan.
Menurutnya, fundamental ekonomi nasional, baik dari sisi fiskal, moneter, maupun nilai tukar, saat ini berada dalam kondisi sangat lemah atau rapuh.
“Indonesia terlena—atau tepatnya, diterlena—oleh narasi bahwa ekonomi Indonesia kuat, cadangan devisa besar, mencapai lebih dari 150 miliar dolar AS, dan struktur utang aman karena didominasi tenor jangka panjang,” ujar Anthony Budiawan dalam opini tertulis, dikutip Rabu (25/3).
Anthony menambahkan posisi Indonesia saat ini sering dianggap lebih baik dibandingkan menjelang krisis 1997.
Namun, Anthony melihat ada gelembung yang menutupi realitas sebenarnya di dalam angka-angka cadangan devisa tersebut.
Menurut Anthony, cadangan devisa Indonesia memang besar secara angka, tetapi terisi akumulasi utang luar negeri.

2 hours ago
3





















































