jpnn.com, JAKARTA - Jenderal TNI (Purn) Dudung Abdurachman resmi mengemban amanah baru sebagai Kepala Staf Kepresidenan (KSP) setelah dilantik Presiden Prabowo menggantikan Muhammad Qodari, Senin (27/4).
Dudung menempati jabatan tersebut setelah sebelumnya mengemban posisi sebagai penasihat presiden Prabowo Subianto, persisnya Penasihat Khusus Presiden Bidang Pertahanan Nasional.
Ia memang bukan orang baru di dunia TNI. Selama berdinas di TNI AD, Dudung pernah menempati jabatan-jabatan strategis di lingkungan TNI AD mulai dari Pangdam Jayakarta, Panglima Komando Cadangan Strategis TNI AD (Pangkostrad), hingga Kepala Staf TNI Angkatan Darat (KSAD).
Perjalanan karier Dudung dimulai ketika dirinya lulus Akademi Militer (Akmil) pada 1988. Pria kelahiran 19 November, 1965 di Bandung, Jawa Barat itu langsung masuk dalam Korps Infanteri TNI AD.
Semasa mudanya, Dudung menjabat sebagai pemimpin pleton sejak 1989 sampai 1994 di Batalyon Yonif Raider Khusus 744/Satya Yudha Bakti yang bermarkas di Atambua, Nusa Tenggara Timur.
Yonif Raider Khusus 744/ Satya Yudha Bakti juga menjadi tempat dinas mantan Presiden Susilo Bambang Yudhoyono.
Karier Dudung terus menanjak menjadi komandan kompi (1995), komandan kelas satuan pendidikan di Pusat Kesenjataan Infanteri TNI AD (1995–1998).
Usai bertugas di Yonif Raider Khusus 744/ Satya Yudha Bakti, Dudung mendapat promosi mengisi posisi sebagai Wakil Komandan (Wadan) Yonif 401/Alugoro (1998–1999), Wadan Yonif 401/Banteng Raider (1999–2000), Kepala Staf Kodim 0733/BS Semarang (2000–2002), dan perwira senior bidang operasi di lingkungan Kodam II/Sriwijaya (2002).

2 hours ago
1





















































