jpnn.com, JAKARTA - PPPK non-guru kembali kecewa karena kebijakan pengangkatan PNS lebih fokus pada guru. Pemerintah dinilai berat sebelah dan mengabaikan jabatan lainnya.
Ketua Forum Komunikasi ASN PPPK RI (FOKAPPKRI) Renny mengatakan, pernyataan pemerintah yang membuka peluang pengangkatan PPPK paruh waktu menjadi PPPK penuh waktu mulai 2027, sekaligus memberikan kesempatan bagi guru PPPK yang memenuhi syarat untuk mengikuti seleksi CPNS, tentu menjadi kabar menggembirakan bagi para guru.
Namun, di balik kabar baik tersebut, muncul suara kecewa dari kelompok lain yang juga telah lama mengabdi kepada negara, yakni PPPK non-guru, tenaga teknis, tenaga administrasi, tenaga kesehatan (nakes), tenaga pendukung, dan berbagai tenaga lainnya.
"Banyak yang bertanya bagaimana dengan kami?," kata Renny yang juga Wakil 2 Forum Paruh Waktu Indonesia (PWI) kepada JPNN, Minggu (23/8/2026).
Pertanyaan tersebut, lanjutnya, bukan bentuk kecemburuan terhadap guru. Justru sebaliknya, para PPPK non-guru memahami bahwa guru juga membutuhkan kepastian.
Namun, mereka juga berharap negara tidak melupakan bahwa pelayanan pemerintahan dan pelayanan publik tidak hanya berdiri di atas tenaga pendidik.
Ada tenaga teknis yang bekerja di balik layar pemerintahan. Ada tenaga administrasi yang memastikan pelayanan berjalan.
Ada nakes yang memberikan pelayanan kepada masyarakat. Ada tenaga lapangan yang bekerja dalam kondisi yang tidak mudah.

6 days ago
6









































:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5565946/original/060695200_1777098813-lemos.jpg)











