jpnn.com, OGAN ILIR - Kapolri Jenderal Sigit Listyo menargetkan perluasan lahan tanam jagung di Sumatera Selatan (Sumsel) mencapai 31.689 hektare pada tahun 2026.
Langkah ini diambil untuk mempercepat swasembada pangan nasional serta menjamin pasokan pakan ternak.
Hingga periode Maret 2026, realisasi lahan tanam di Sumsel tercatat telah menyentuh angka 7.279,50 hektare. Angka ini setara dengan 75,68 persen dari target periodik sebesar 9.414,31 hektare.
"Kegiatan ini merupakan program lanjutan untuk menciptakan ketahanan pangan. Kami mendorong produksi jagung karena sangat dibutuhkan untuk pakan ternak, baik kelompok mandiri maupun program pemerintah terkait pasokan daging dan telur," ujar Kapolri Jenderal Polisi Listyo Sigit Prabowo usai melakukan penanaman benih jagung serentak Kuartal I di Kecamatan Indralaya, Kabupaten Ogan Ilir, Sabtu (7/3/2026).
Untuk mencapai target tersebut, Polri bekerja sama dengan Himpunan Milik Negara (Himbara) menyalurkan Kredit Usaha Rakyat (KUR) bagi petani binaan. Dana tersebut dialokasikan untuk
pembelian bibit dan pupuk serta penyediaan teknologi pascapanen (mesin pipil).
"Harapan kami dengan adanya KUR ini, para petani menjadi lebih bergairah karena memiliki modal untuk perawatan. Kami juga dorong penggunaan mesin pipil agar tingkat kekeringan jagung sesuai kriteria Bulog sehingga harganya optimal dan Nilai Tukar Petani (NTP) meningkat," kata Sigit singkat.
Sebagai perbandingan, pada tahun 2025 lalu, realisasi tanam jagung di wilayah ini mencapai 32.856,82 hektare dengan total produksi mencapai 153.515,24 ton.

6 hours ago
3




.jpeg)
















































