PLBN Entikong Layani 6.769 Pelintas Batas Indonesia–Malaysia Saat Libur Paskah 2026

3 hours ago 2

PLBN Entikong Layani 6.769 Pelintas Batas Indonesia–Malaysia Saat Libur Paskah 2026

Facebook JPNN.com LinkedIn JPNN.com Whatsapp JPNN.com Telegram JPNN.com

Sepanjang 2–5 April 2026, Pos Lintas Batas Negara (PLBN) Entikong di Kabupaten Sanggau melayani total 6.769 pelintas. Ilustrasi. Foto: Source for JPNN

jpnn.com, JAKARTA - Pos Lintas Batas Negara (PLBN) Entikong yang dikelola Badan Nasional Pengelola Perbatasan (BNPP) RI mencatat ada peningkatan aktivitas lintas batas orang selama periode libur Paskah 2026.

Sepanjang 2–5 April 2026, pos perbatasan di Kabupaten Sanggau tersebut melayani total 6.769 pelintas, terdiri atas 3.907 orang keberangkatan dan 2.862 orang kedatangan.

Kepala PLBN Entikong Teguh Priyadi menjelaskan dari total keberangkatan tersebut tercatat 238 warga negara asing (WNA) dan 3.669 warga negara Indonesia (WNI).

Sementara pada arus kedatangan, terdapat 330 WNA dan 2.532 WNI. Ia menilai peningkatan arus pelintas dipengaruhi oleh momentum libur Paskah yang bertepatan dengan long weekend.

"Sejak Rabu tanggal 1 April sudah mulai terlihat kenaikan, khususnya pada perlintasan orang. Lonjakan tertinggi terjadi pada Minggu tanggal 5 kemarin dengan jumlah pelintas mencapai 2.263 orang,” ujar Teguh, Senin (6/4/2026).

Dia menambahkan hingga Senin pagi arus perlintasan di PLBN Entikong masih terpantau ramai namun tetap lancar dan terkendali, berkat kesiapsiagaan petugas lintas instansi dalam mengelola arus keluar-masuk pelintas menuju dan dari Malaysia.

Sebagai wajah negara di kawasan perbatasan Kalimantan Barat, secara kumulatif, sejak Januari hingga 5 April 2026, PLBN Entikong telah melayani sebanyak 146.905 pelintas batas.

Selain itu, kontribusi ekonomi juga tercermin dari nilai devisa ekspor sebesar Rp 23,10 miliar, yang berasal dari komoditas pertanian dan perikanan.(fri/jpnn)

Sepanjang 2–5 April 2026, Pos Lintas Batas Negara (PLBN) Entikong di Kabupaten Sanggau melayani total 6.769 pelintas.


Redaktur & Reporter : Friederich Batari

JPNN.com WhatsApp

Silakan baca konten menarik lainnya dari JPNN.com di Google News

Read Entire Article
Koran JPP|