jpnn.com - BANDUNG - Pertamina Patra Niaga telah mengumumkan kenaikan harga bahan bakar minyak (BBM) nonsubsidi.
Harga Pertamax (RON 92) naik dari sebelumnya Rp12.300 per liter menjadi Rp16.250 per liter. Pertamax Green 95 dari Rp12.900 per liter menjadi Rp17.000 per liter.
Sementara itu, harga BBM bersubsidi tetap. Harga Pertalite Rp10.000 per liter dan Biosolar Rp6.800 per liter.
Kenaikan harga BBM nonsubsidi ini turut memicu kekhawatiran para pekerja, terutama pengemudi ojek online (ojol).
Para driver khawatir, harga BBM subsidi jenis Pertalite nantinya ikut mengalami kenaikan.
"Iya khawatir, takut ramai lagi kaya dulu. Kalau bisa jangan naik, tetapi turun harganya," kata Fahmi (75), driver ojol, di Jalan Burangrang, Kota Bandung, Kamis (11/6).
Dalam sehari, Fahmi rutin mengisi bahan bakar sebesar Rp40 ribu hingga Rp45 hari untuk kendaraannya.
Dengan kenaikan Pertamax ini, bukan tidak mungkin akan berdampak pada meroketnya harga bahan baku lainnya.

6 hours ago
3















































.jpeg)

:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5495504/original/079773400_1770373061-Ze_Valente.jpg)



