jpnn.com, JAKARTA - Pasar keuangan langsung bereaksi atas pidato kenegaraan Presiden Prabowo Subianto dalam Sidang Bersama MPR, DPR, dan DPD pada Jumat (14/8/2026).
Pada 15 menit awal pidato Presiden ke-8 RI itu, nilai tukar rupiah (Rp) terhadap dolar Amerika Serikat (USD) sempat menyentuh level Rp 17.846. Namun, kurs rupiah kembali bergerak fluktuatif sepanjang jalannya sidang kenegaraan tersebut.
Adapun indeks harga saham gabungan atau IHSG di Bursa Efek Indonesia (BEI) tercatat merosot ke level 6.277 ketika Presiden Prabowo mengungkapkan rencananya penutupan 750 anak dan cucu perusahaan BUMN yang dianggap tidak produktif bagi negara.
Walakin, IHSG kembali merangkak naik saat Presiden Prabowo memaparkan keberhasilan swasembada delapan komoditas pangan dan penurunan harga pupuk sebesar 20 persen.
Kondisi pasar modal kembali menguat ketika Presiden Prabowo memaparkan perbaikan dividen BUMN pada 2025 yang mencapai Rp 142,3 triliun tanpa adanya manipulasi angka laporan keuangan.
Adapun rupiah sempat naik ke level Rp 17.821, tetapi perlahan kembali melemah ke Rp 17.836 per USD seiring penjelasan mengenai penghematan devisa Rp 170 triliun dari sektor energi.
Pada momen tersebut, Presiden Prabowo menegaskan pembentukan PT Danantara Sumber Daya Indonesia (DSI) sebagai pintu tunggal ekspor telah menemukan potensi tambahan devisa sebesar USD 5 miliar dari monitoring komoditas.
Keberpihakan pada ekonomi rakyat ditunjukkan melalui intervensi pemerintah yang mengubah pembagian hasil ojek online menjadi 92 persen untuk pengemudi dan 8 persen bagi aplikator.

2 weeks ago
21












































:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5565946/original/060695200_1777098813-lemos.jpg)








